Suresh Vanaz Rawat Adik Cerebral Palsy Hingga Meninggal di Singapura

Smallest Font
Largest Font

Suresh Vanaz, seorang pria berusia 47 tahun di Singapura, merawat adiknya Gunaseelan yang mengidap cerebral palsy sejak kecil hingga meninggal dunia pada 29 Agustus 2026 setelah mengalami demam dan kejang.

Gunaseelan, yang berusia 42 tahun, meninggal dalam pelukan sang kakak di rumah mereka di Serangoon, Singapura, kejadian yang membuat keluarga dan kerabat sangat terpukul, dilansir dari Kompas.com dan TribunStyle.com.

Suresh mulai merawat Gunaseelan sejak usia 7 tahun ketika adiknya didiagnosis cerebral palsy pada usia 3 tahun. Kedua orangtua mereka bercerai, dan setelah kematian ibu mereka pada 2009, Suresh menjadi pengasuh utama sang adik.

"Kalau ditanya kapan tingkat stres saya dimulai, itu sejak saya berusia sekitar 7 atau 8 tahun," ujar Suresh kepada Channel News Asia.

Ia juga mengungkapkan bahwa merawat Gunaseelan bukan beban, melainkan kewajiban sebagai kakak. Sehari-hari, Suresh membantu mengganti popok, memandikan, hingga mengantarkan sang adik ke toilet dan sekolah.

"Bukankah sudah menjadi kewajiban saya sebagai saudara untuk merawat adik saya? Bukankah sudah menjadi kewajiban saya merawat saudara yang telah bersama saya selama bertahun-tahun?" kata Suresh.

Hubungan keduanya sangat dekat dan mereka sering membagikan aktivitas mereka di media sosial, termasuk tradisi membawa Gunaseelan menaiki anak tangga ke Batu Caves di Malaysia setiap Thaipusam.

Suresh bahkan bekerja sebagai pembawa acara dan koreografer tari yang sebagian penghasilannya digunakan untuk merawat adiknya dan mendukung kebutuhan mereka.

Setelah kepergian Gunaseelan, Suresh mengaku merasa kehilangan besar dan kesepian karena sudah tidak bisa lagi merawat sang adik secara langsung.

"Saya tidak tahu bagaimana akan menghadapi masa depan. Kesepian memikirkan dia, momen-momen yang saya habiskan bersamanya, setiap rutinitas... mengganti popoknya, membawanya ke toilet, memandikannya, mencukurnya, menyikat giginya," ujar Suresh.

Prosesi pemakaman Gunaseelan di Serangoon dihadiri ribuan orang yang memberikan penghormatan terakhir, dengan suasana penuh haru dan duka, menurut TribunStyle.com.

Dalam video yang beredar, Suresh terlihat menangis di samping peti jenazah adiknya, sementara para pelayat melepaskan balon putih sebagai simbol penghormatan.

Vincent Tee, aktor Singapura yang mengenal Suresh, menyatakan bahwa kehadiran banyak orang dalam prosesi tersebut sangat berarti bagi keluarga dan menunjukkan rasa cinta terhadap Gunaseelan.

Suresh menulis di media sosial bahwa hatinya hancur karena harus mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya dan berjanji akan selalu menyimpan kenangan tentang sang adik.

Menurut keluarga, Gunaseelan meninggal karena pneumonia, yang diperparah dengan kondisi cerebral palsy yang dialaminya sepanjang hidup.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed