Swayasa Prakarsa dan Bitari Targetkan Dana IPO di BEI dan Nasdaq
PT Swayasa Prakarsa Tbk berencana mengumpulkan dana hingga Rp45,22 miliar melalui penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara itu, perusahaan tambang Bitari membidik dana sebesar US$30 juta melalui IPO di bursa Nasdaq. Pengumuman ini disampaikan pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Swayasa Prakarsa menawarkan maksimum 323 juta saham baru yang setara dengan 30,30 persen dari modal disetor penuh dengan harga penawaran Rp130 hingga Rp140 per saham. Masa penawaran awal berlangsung pada 24 hingga 27 Agustus 2026 dan pencatatan saham dijadwalkan pada 10 September 2026 di BEI. PT Sukadana Prima Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi efek.
Perusahaan alat kesehatan ini mengalami penurunan kinerja pada 2025, dengan pendapatan usaha turun 30,25 persen menjadi Rp7,12 miliar, serta laba bersih menyusut 58,96 persen menjadi Rp1,42 miliar akibat melemahnya penjualan produk Ventilator V-01. Pada 28 Februari 2026, Swayasa Prakarsa mencatat rugi bersih Rp570,59 juta meski pendapatan naik 28,16 persen menjadi Rp588,87 juta.
Pasca-IPO, kepemilikan saham PT Gama Multi Usaha Mandiri di Swayasa Prakarsa berkurang dari 97,16 persen menjadi 67,72 persen, sedangkan masyarakat akan memegang 30,30 persen saham. Universitas Gadjah Mada tetap menjadi pemegang saham pengendali.
Manajemen Swayasa Prakarsa menyatakan bahwa dana hasil IPO akan dialokasikan sebesar Rp15,8 miliar untuk modal kerja operasional serta Rp12,2 miliar untuk pembangunan gedung manajemen dan pengembangan portofolio produk seperti stent jantung dan ventilator neonatal.
Di sisi lain, Bitari mengajukan IPO senilai US$30 juta di Nasdaq untuk memperbesar skala penambangan Bitcoin. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian mesin penambang baru, peningkatan kapasitas hosting, dan biaya energi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow