Tantri Kotak Alami Kerugian Miliaran Rupiah Akibat Dugaan Penipuan Investasi
Penyanyi Tantri Syalindri diduga menjadi korban penipuan berkedok investasi komoditas dan lelang barang oleh rekan dekatnya, Poppy Nupita, dengan taksiran total kerugian seluruh korban mencapai Rp10 miliar.
Kasus ini mencuat setelah vokalis band Kotak tersebut mengunggah kerugian yang dialaminya serta identitas terduga pelaku melalui media sosial pribadinya pada akhir Juni 2026.
Awal mula kerja sama bisnis berupa pembelian produk ini bergulir sejak tahun 2025 setelah keduanya saling mengenal baik sebagai sesama orang tua murid di satu sekolah sejak beberapa tahun sebelumnya.
Hubungan bisnis tersebut semula berjalan tanpa kendala selama satu tahun pertama, namun terduga pelaku mendadak memutus semua akses komunikasi dan menghilang sejak 19 Juni 2026.
Pihak keluarga dan orang tua dari terduga pelaku dilaporkan sudah angkat tangan ketika didatangi oleh para korban yang panik mencari keberadaan uang mereka.
Meskipun mengklaim mengantongi bukti kuat untuk menempuh jalur hukum, Tantri bersama sejumlah korban lain saat ini masih berupaya menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.
"Kalau secara kronologi, saya diduga ditipu sama teman saya sendiri. Ini kayak dalam bentuk satu investasi yang cukup lumayan besar, korbannya juga salah satunya saya. Menurut keyakinan saya dan para korban kalau ditotal diduga... baru saya dapat update kemungkinan sampai lebih dari Rp 10 miliar," kata Tantri dilansir dari Selebrita Heits melalui detikHOT.
Kekecewaan mendalam dirasakan oleh penyanyi tersebut karena pelaku merupakan sosok yang sudah sangat dipercayanya dalam waktu lama.
"Intinya dia teman baik saya. Kami sudah kenal dari zaman anak saya masih TK, jadi dia salah satu orang tua muridlah. Tiba-tiba muncullah ajakan investasi itu. Jadi ya yang bikin saya kecewa ya dia teman, itu saja," ungkap Tantri.
Dirinya mengaku masih menahan diri untuk tidak langsung melaporkan kasus tersebut demi menjaga hubungan pertemanan mereka.
"Saya khawatir yang awalnya saya penginnya baik-baik saja karena menunggu itikad baik dari dia untuk bisa datang, ngobrol, tapi tidak saya dapatkan," sambung Tantri.
Dirinya berharap penyelesaian masalah ini tidak perlu melibatkan aparat kepolisian jika pelaku bersedia muncul secara sukarela.
"Saya masih mencari cara bagaimana caranya tanpa harus berhubungan dengan hukum dan kepolisian. Aku masih nunggu ya itikad baiknya karena basic-nya pertemanan aku juga maunya semua baik-baik saja," harap Tantri.
Sebelum akhirnya memutuskan bergabung, Tantri juga sempat membagikan kegelisahannya melalui tangkapan layar percakapan media sosial yang dikutip oleh Kompas.com.
"Selama ini aku mengenalmu sebagai teman yang baik. Kita saling membantu dan mendukung di saat ada kesulitan," tulis Tantri.
Kekhawatiran akan rusaknya pertemanan sempat membayangi benak Tantri sebelum akhirnya ia setuju menyetorkan sejumlah modal usaha.
"Awalnya aku ragu karena khawatir urusan bisnis akan mempengaruhi pertemanan. Dalam prinsip hidupku, urusan bisnis dan uang aku sangat berhati-hati sekali," tulis Tantri.
Namun ikatan emosional yang kuat membuat pertahanan prinsip keuangan dari istri musisi Arda tersebut akhirnya goyah.
"Sampai akhirnya pada 19 Juni 2026, setelah transaksi terakhir dilakukan, nomor telepon dan akun media sosialmu tidak dapat lagi dihubungi," tulis Tantri.
Setelah informasi kehilangan ini menyebar, fakta baru mengenai rekam jejak buruk terduga pelaku mulai bermunculan ke publik.
"Ternyata banyak sekali orang-orang yang sudah dirugikan sejak lama," tulis Tantri.
Melalui platform Instagram pribadinya yang dilansir Cumicumi, Tantri mencurahkan beban mental yang dihadapinya selama beberapa hari terakhir akibat runtuhnya kepercayaan tersebut.
"2 hari ini berat banget dijalani, perubahan perasaan yang teramat cepat! Dapat jatah libur 2 hari buat main sama anak, ketawa-ketawa, liat WAG (WhatsApp Group) tiba-tiba dengar kabar ngga baik. Langsung drop banget, hilang nafsu makan," tulis Tantri Syalindri.
Pelaku disinyalir telah membawa kabur dana milik banyak orang tanpa kejelasan keberadaannya selama beberapa hari.
"Aku masih harus post muka kamu mih, karena udah 3x24 jam kamu menghilang membawa uang miliaran, dimana itu uang para korban. Aku bingung mau cari kamu lewat jalur apa," ungkap Tantri.
Kekecewaan Tantri semakin membubung lantaran dana yang dibawa lari mencakup uang tabungan masa depan anak hingga dana medis pasien penyakit berat.
"Please sosmed do your magic, yang ketipu bukan hanya aku, melainkan buanyak orang yang ditotal-total hampir Rp10 M," tegas Tantri.
Ia menegaskan kesiapannya untuk berdialog secara langsung dengan pelaku sebelum benar-benar melayangkan laporan resmi.
"Sebenarnya bisa aja aku LP (laporan polisi), tapi aku masih usaha menunggu itikad baik kamu, buat ketemu, ngobrol, dan menyelesaikan semua," tutur Tantri.
Penjelasan lebih rinci mengenai masa perkenalan awal mereka juga diunggah oleh Tantri dan dipublikasikan oleh Okezone.
“Aku mengenalmu sejak sekitar tahun 2021 karena anak-anak kita bersekolah di tempat yang sama. Selama ini aku mengenalmu sebagai teman yang baik. Kita saling membantu dan saling mendukung saat ada kesulitan,” tulis Tantri.
Penawaran bisnis berupa pengadaan barang tersebut baru datang beberapa tahun kemudian setelah komunikasi intensif terbangun.
“Di tahun 2025, kamu menawarkan sebuah kerja sama yang kamu jalankan. Bisnis ini berupa modal pembelian produk. Awalnya aku ragu karena khawatir urusan bisnis akan memengaruhi pertemanan,” ucap Tantri.
Tantri menggarisbawahi bahwa dirinya merupakan tipe orang yang sangat selektif jika menyangkut masalah finansial.
“Dalam prinsip hidupku, urusan bisnis dan uang aku sangat berhati-hati sekali. Namun karena kepercayaan yang sudah terbangun dan pengalaman yang selama ini berjalan lancar, aku akhirnya luluh juga,” tutur Tantri.
Setelah transaksi finansial terakhir usai, keberadaan terduga pelaku langsung tidak dapat dilacak kembali oleh seluruh mitranya.
“Sejak saat itu, puluhan orang lainnya berusaha mencari kabarmu. Kami saling berkomunikasi dalam panik dan putus asa. Rumahmu kami datangi, keluarga dan orang taumu angkat tangan,” ujarnya.
Dirinya menuntut pertanggungjawaban moral dari rekan bisnisnya tersebut atas nasib dana yang dikumpulkan secara susah payah oleh para korban.
“Aku berharap kamu datang, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dan memberikan kejelasan kepada orang-orang yang selama ini telah menaruh kepercayaan dengan mati-matian sama kamu,” kata Tantri.
Kendati angka kerugian fantastis terus berhembus, vokalis Kotak ini menyatakan jumlah riilnya masih harus melewati proses pencocokan dokumen lebih lanjut.
“Menurut informasi yang saya peroleh, saya menduga orang yang dirugikan tidak hanya saya, karena itu kami semua intens berkomunikasi. Total kerugian yang diklaim para pihak tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar, yang tentunya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut,” tuturnya.
Di sisi lain, suami Tantri, Arda Naff, menyatakan rasa prihatin mendalam dan meminta publik mengambil hikmat dari kasus ini agar tidak mudah tertipu.
"Harapan kami, informasi ini dapat membantu meningkatkan kewaspadaan masyarakat agar gak semakin banyak korban yang mengalami hal serupa, sekaligus menjadi pelajaran bagi banyak orang," ujar Arda Naff dilansir dari Sindonews.
Pihak keluarga Tantri saat ini fokus memberikan dukungan moril kepada para korban lain sembari terus menghimpun bukti otentik untuk memproses kasus tersebut.
"Yang pasti, kami juga turut berempati kepada korban-korban lainnya yang terdampak," lanjut Arda Naff.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow