Telkom Bukukan Laba Rp10,6 Triliun dan Evaluasi Kemitraan Data Center

Smallest Font
Largest Font

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengantongi laba bersih Rp10,6 triliun pada semester I-2026, tumbuh 1,4 persen secara tahunan. Perseroan kini tengah mengevaluasi penawaran mengikat dari calon mitra strategis untuk mengembangkan bisnis data center, dengan target transaksi selesai pada akhir 2026.

Pertumbuhan kinerja perseroan ditopang oleh perbaikan monetisasi bisnis seluler dan penguatan segmen infrastruktur digital. Pendapatan konsolidasi Telkom Group naik 3,9 persen secara tahunan menjadi Rp75,9 triliun, dengan EBITDA mencapai Rp37,5 triliun dan arus kas operasi tumbuh 7 persen menjadi Rp34,9 triliun.

Sebagai bagian dari strategi pilar TLKM 30, perseroan menjalankan penyederhanaan organisasi melalui delayering bisnis ke dalam lima segmen utama. Langkah ini menjadi transisi menuju model Holding dan Operating Company guna meningkatkan akuntabilitas serta efisiensi alokasi modal.

"Sebagai bagian dari implementasi TLKM 30, delayering ini sangat penting karena kami ingin setiap bisnis di TelkomGroup memiliki akuntabilitas dan yang lebih jelas dan fokus pada bisnis inti, dengan visibilitas yang lebih baik terhadap kinerja, arus kas, dan investasi pada masing-masing bisnis. Kami dapat juga mengambil keputusan strategis secara lebih cepat dan tepat, termasuk dalam menentukan ke mana resource dan capital perlu diarahkan. Ini menjadi fondasi penting bagi Telkom untuk tumbuh lebih sehat sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih besar ke depan," kata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom, dalam acara Public Expose Live 2026 secara daring, Senin (7/9/2026).

Penataan portofolio tersebut sejalan dengan rencana efisiensi dari pemegang saham mayoritas. Danantara bersama BP BUMN bakal memangkas jumlah anak usaha Telkom Group dari 67 entitas menjadi 19 entitas hingga akhir 2026.

"Kami optimis inisiatif ini akan mendukung margin yang lebih sehat, profitabilitas yang lebih kuat, serta penciptaan long-term shareholder value ke depannya," ujar Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom.

Program perampingan organisasi dialokasikan untuk memfokuskan sumber daya perusahaan pada sektor yang memiliki potensi pertumbuhan lebih besar.

"Jadi program streamlining ini bukan semata-mata untuk hanya mengurangi jumlah entitas dalam Telkom Grup. Dengan struktur Telkom Grup yang lebih sederhana, kami dapat mengurangi potensi tumpang tindih bisnis maupun operasi, menyederhanakan proses, dan mengalokasikan resources serta kapital secara lebih fokus ke dalam bisnis IT," beber Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom.

Perseroan mencatat lebih dari 94 persen belanja modal dialokasikan ke bisnis inti B2C dan B2B infrastructure.

"Sehingga, selain dari penanganan portfolio, kami juga memastikan kapital terus diarahkan ke area yang menjadi sumber pertumbuhan utama perseroan," kata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom.

Sektor monetisasi seluler dan peningkatan profitabilitas pada kuartal kedua menjadi pendorong utama capaian keuangan perseroan sepanjang semester pertama.

"Secara keseluruhan, hasil Semester I menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan earnings yang tetap positif. Kami juga melihat perkembangan yang semakin baik pada profitabilitas, khususnya pada kuartal kedua. Ke depan, kami akan terus menjaga disiplin biaya dan kualitas pertumbuhan untuk mendukung pencapaian target profitabilitas sepanjang tahun," jelas Arthur Angelo Syailendra, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom.

Sektor infrastruktur B2B mengalami kenaikan pendapatan sebesar 19 persen menjadi Rp33,1 triliun, didorong oleh pertumbuhan unit bisnis menara serta peningkatan utilisasi pusat data.

"Pendapatan konsolidasi tumbuh 3,9 persen secara tahunan menjadi Rp 75,9 triliun. Hal ini didukung terutama oleh perbaikan monetisasi bisnis selular serta pertumbuhan pada sejumlah bisnis infrastruktur. Telkomsel tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan tumbuh 3,3 persen menjadi Rp 55,6 triliun," ucap Arthur Angelo Syailendra, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom.

Pertumbuhan utilisasi aset terlihat dari rasio penyewaan menara dan tingkat keterisian fasilitas pusat data yang terjaga tinggi.

"Tenancy ratio di business tower meningkat menjadi 1,57 kali, sementara okupansi data center mencapai 88 persen yang mencerminkan utilisasi aset yang semakin baik," pungkas Arthur Angelo Syailendra, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom.

Di sektor pusat data, Telkom melalui PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) berencana memperluas kapasitas hingga 200 megawatt (MW). Langkah ini melibatkan skema kemitraan strategis yang berpotensi melepaskan kepemilikan saham mayoritas guna membagi kebutuhan modal dan meningkatkan valuasi.

"Kami mencari strategic partner yang dapat membawa kapabilitas operasional, akses kepada market khususnya hyperscaler global, serta kemampuan mempercepat pembangunan dan utilisasi kapasitas," ujar Budi Satria Dharma Purba, Direktur Wholesale & International Service Telkom.

Kerja sama dengan pihak luar diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi dan peningkatan kapasitas operasional fasilitas pusat data perseroan.

"Dengan masuknya strategic partner, kebutuhan modal untuk pengembangan bisnis dapat dibagi sekaligus membuka peluang untuk mendapatkan valuasi yang lebih optimal," pungkas Budi Satria Dharma Purba, Direktur Wholesale & International Service Telkom.

Guna mendukung ekspansi pusat data hyperscale di Cikarang, NeutraDC bekerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk kepastian pasokan listrik. Saat ini fasilitas di Cikarang memiliki kapasitas efektif 15,5 MW dengan keterisian 96 persen dan telah tersewa penuh.

"Bisnis data center merupakan salah satu area pertumbuhan strategis Telkom Group, dengan posisi yang kuat di Indonesia dan peluang untuk berkembang secara regional," ungkap Veranita Yosephine, Direktur Enterprise & Business Service Telkom.

Kapasitas Cikarang tahap pertama diproyeksikan mencapai 21,5 MW, sedangkan tahap kedua dijadwalkan mulai dibangun pada 2027.

"Cikarang data center memiliki kapasitas efektif 15,5 MW dengan okupansi 96 persen. Dan secara keseluruhan telah fully leased termasuk kapasitas yang masih dalam pengembangan," katanya Veranita Yosephine, Direktur Enterprise & Business Service Telkom.

Selain wilayah Cikarang, perseroan juga menyiapkan fasilitas pusat data di Batam dengan kapasitas awal 6 MW yang beroperasi semester II-2026, sebelum ditingkatkan menjadi 18 MW pada 2027.

"Kedepannya kami terus menambah kapasitas secara disiplin, Cikarang tahap satu akan mencapai 21,5 MW, sementara tahap dua direncanakan mulai pada 2027," tutur Veranita Yosephine, Direktur Enterprise & Business Service Telkom.

Pada segmen B2C, Telkomsel membukukan pendapatan Rp55,6 triliun, tumbuh 3,3 persen secara tahunan, dengan EBITDA naik 8,6 persen dan laba bersih melonjak 24,9 persen. Pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) seluler naik 11,6 persen menjadi Rp46 ribu.

"Kami tetap berfokus membangun pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan mengutamakan kualitas pelanggan, pengalaman layanan, serta disiplin investasi. Ke depan, tambahan 100 MHz spektrum akan semakin memperkuat kapasitas dan kualitas jaringan serta mendukung pengembangan 5G. Kami akan memanfaatkan tambahan spektrum ini secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pasar, dengan tetap menjaga disiplin investasi dan visibilitas terhadap imbal hasil untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan," ungkap Daru Mulyawan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel.

Selain monetisasi data, Telkom juga memperkuat bisnis B2B ICT melalui peningkatan pelanggan IndiBiz sebesar 11,7 persen menjadi 756 ribu, serta rencana pengambilalihan 100 persen saham Digiserve. Perseroan mempertahankan target pertumbuhan pendapatan yang dinormalisasi sebesar 1–3 persen pada 2026 dengan margin EBITDA di atas 50 persen.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed