Telkomsel Enterprise Dorong Efisiensi Logistik Nasional Lewat IoT

Smallest Font
Largest Font

Telkomsel Enterprise mempertemukan sekitar 35 pimpinan perusahaan logistik nasional dalam Focus Group Discussion bertajuk 'Connecting the Future of Indonesia's Logistics Ecosystem' bersama Supply Chain Indonesia pada Rabu (9/9/2026), dilansir dari Detik iNET. Pertemuan ini bertujuan mendorong efisiensi dan penguatan rantai pasok nasional melalui integrasi teknologi digital. Diskusi tersebut menyoroti berbagai kendala utama industri, seperti tingginya biaya operasional, pelacakan terfragmentasi, hingga koordinasi lapangan yang rumit.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Telkomsel membuka ruang kolaborasi lewat penyediaan solusi teknologi adaptif. VP Industrial and Resources Account Management Telkomsel, Nyoman Adiyasa, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan daya saing sektor logistik. Upaya ini diwujudkan melalui pemanfaatan konektivitas, kecerdasan buatan, hingga Internet of Things.

"Memperkuat daya saing logistik Indonesia menjadi salah satu cara Telkomsel untuk melayani sepenuh hati. Transformasi digital harus terasa hasilnya bagi bisnis: keputusan lebih cepat, biaya lebih terkendali, operasi lebih aman, dan pelanggan lebih terlayani. Karena itu, kami hadir untuk mendengarkan kebutuhan tiap usaha, menggabungkan konektivitas, data, kecerdasan buatan, internet-of-things, keamanan, dan ragam layanan digital yang relevan, lalu membangun langkah transformasi yang bisa dijalankan," ujar Nyoman Adiyasa, VP Industrial and Resources Account Management Telkomsel.

Sejumlah inovasi diperagakan dalam ajang tersebut, termasuk IoT FleetSense untuk pengelolaan armada, Push-to-Talk untuk komunikasi lapangan, serta CCTV AI dan SiteSense. Portofolio ini juga mencakup jaringan privat, komputasi awan, hingga analitik data. Penerapan teknologi digital terbukti memberikan hasil nyata, seperti pada implementasi 5G Smart Warehouse bersama Huawei. Penggunaan kendaraan otomatis dan simulasi digital twin berhasil memangkas waktu persiapan barang dari empat jam menjadi tiga jam, meningkatkan kinerja pengambilan barang hingga 25%, mengoptimalkan material sebesar 80%, serta mengurangi penggunaan kertas sebesar 40%.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed