Thailand Berlakukan Aturan Baru Deportasi Bagi Wisatawan Asing Bermasalah

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Thailand resmi memperketat pengawasan terhadap wisatawan asing bermasalah dengan memberlakukan aturan deportasi baru mulai Jumat (28/8/2026). Kebijakan tegas ini menyasar warga negara asing yang terbukti melanggar hukum di Negeri Gajah Putih, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Sanksi deportasi akan dijatuhkan kepada warga asing yang terbukti bersalah atas pelanggaran masa berlaku visa, menjalankan bisnis ilegal, memakai dokumen palsu, hingga kejahatan yang terancam hukuman penjara di atas lima tahun. Regulasi tersebut disahkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul sejak Juli untuk menjaga ketertiban serta nilai budaya lokal.

Menteri Pariwisata Thailand Surasak Phancharoenworakul memberikan penegasan terkait pemberlakuan aturan tersebut melalui unggahan di media sosial pada Kamis malam.

"Turis atau pekerja asing bermasalah yang melanggar hukum harus meninggalkan Thailand," kata Menteri Pariwisata Thailand Surasak Phancharoenworakul.

Ia membeberkan bahwa penetapan regulasi anyar ini difokuskan untuk menindak warga asing yang memicu gangguan terhadap ketertiban umum.

"Thailand memiliki kebijakan untuk menyambut warga asing bepergian, bekerja, dan menjalankan bisnis. Namun, ditemukan bahwa sebagian warga asing tidak bertindak sesuai dengan hukum," demikian bunyi regulasi baru yang diterbitkan dalam Royal Gazette.

Surasak kembali menegaskan sasaran penindakan hukum yang menjadi prioritas dari penerapan regulasi tersebut.

"Aturan tersebut juga ditujukan untuk menangani warga asing berkualitas rendah yang dianggap mengganggu ketertiban umum," kata Surasak Phancharoenworakul.

Penerapan kebijakan ketat ini berawal dari maraknya kasus hukum yang melibatkan wisatawan asing, termasuk pemangkasan fasilitas bebas visa dari 60 hari menjadi 30 hari pada Mei lalu. Rentetan insiden seperti prostitusi, bisnis tanpa izin, kegaduhan di kereta oleh pelajar Italia, hingga kasus kesusilaan di tempat umum oleh warga Spanyol dan Peru menjadi pemicu utamanya.

Para ahli mengingatkan pemerintah agar penegakan hukum tetap memperhatikan keberlangsungan sektor pariwisata yang menyumbang 13 persen terhadap PDB negara. Thailand menargetkan kedatangan 33,5 juta wisatawan asing pada tahun 2026, naik dibanding pencapaian tahun 2025 yang mencatatkan hampir 33 juta kunjungan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed