Tiga Anak Harimau Sumatera Lahir di Kebun Binatang Yunani
Tiga anak harimau Sumatera lahir di Kebun Binatang Attica Zoological Park, Spata, Yunani, pada Juli 2026 dan diumumkan dua bulan kemudian. Kebun binatang tersebut mengonfirmasi kelahiran dua anak jantan dan satu betina melalui media sosialnya, informasi yang kemudian dibagikan oleh akun resmi pemerintah Indonesia. Kepala penjaga kebun binatang, Theodoros Babilis, menyatakan kebun binatang di Eropa berupaya memelihara populasi hewan terancam punah, termasuk harimau Sumatera yang paling terancam punah di antara kucing besar.
"Harimau Sumatera adalah salah satu spesies harimau yang paling terancam punah di dunia, dan di antara kucing-kucing besar pada umumnya," ujar Babilis, dilansir dari ABC News.
Anak-anak harimau tersebut lahir dari pasangan harimau bernama Toba (ibu) dan Argos (ayah), yang telah meninggal karena kanker. Setelah dua bulan, ketiga anak harimau sudah tumbuh dengan cakar dan gigi tajam serta mulai bisa makan mandiri. Mereka akan diberi nama berdasarkan tokoh dalam buku The Odyssey karya Homer.
Pada 8 September 2026, ketiga anak harimau menjalani vaksinasi pertama dan pemasangan mikrochip untuk pencatatan dalam basis data satwa. Dokter hewan spesialis satwa liar, Dr Arsenoi Psaroudaki, mengatakan anak harimau tersebut gelisah saat dibawa ke klinik dan tidak suka dipegang karena sifatnya yang liar.
"Harimau-harimau itu tidak suka dipegang. Mereka sangat liar," ujar Psaroudaki. Vaksin yang diberikan bertujuan melindungi harimau dari tiga penyakit, sama seperti vaksin untuk kucing biasa. "Sungguh suatu kehormatan bisa bekerja dengan spesies harimau terlangka di dunia," tambah Psaroudaki.
Harimau Sumatera merupakan predator puncak yang menghadapi ancaman utama dari perburuan liar dan hilangnya habitat akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit, kopi, dan akasia.
Pemerintah Indonesia memperkirakan populasi harimau Sumatera di alam liar tersisa tidak lebih dari 600 ekor, yang berkamuflase di hutan lebat Sumatera. International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) mengklasifikasikan harimau Sumatera sebagai spesies yang sangat terancam punah (critically endangered), sehingga upaya konservasi di kebun binatang global dilakukan untuk membangun populasi cadangan, dilansir dari Detikcom.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow