Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Inhu dan Kampar
Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan terus melakukan operasi pemadaman serta pendinginan di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kampar, Riau, pada Senin dan Selasa, 24 hingga 25 Agustus 2026.
Operasi pemadaman menghadapi tantangan berat akibat medan yang sulit, vegetasi padat, serta ketebalan lapisan tanah gambut. Luas area terbakar di Desa Sungai Guntung Hilir, Indragiri Hulu, telah mencapai 471,39 hektare dengan 50,2 hektare di antaranya berhasil dipadamkan.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran di wilayah Indragiri Hulu.
"Luas terbakar 471,39 hektare dan luas yang sudah dipadamkan 50,2 hektare," kata Ilham dalam laporan penanganan karhutla, Senin (24/8/2026) malam.
Proses pemadaman di area Hutan Produksi yang dapat Dikonversi tersebut membutuhkan ekstra ketat karena api tersembunyi di bawah permukaan gambut dan akar tanaman. Untuk menjangkau titik api, petugas harus mengangkut peralatan menggunakan sepeda motor sejauh 1,5 kilometer dan dilanjutkan berjalan kaki 1,5 kilometer.
"Hari ini, Manggala Agni membagi tim untuk memperkuat penanganan di sejumlah titik. Tim 1 ditempatkan di bagian timur area embung 27, sementara Tim 2 bergerak di bagian timur area embung 26," jelasnya.
Pembagian tugas penanganan juga melibatkan unsur BPBD dan TNI di bagian utara area embung 18, serta personel Polri di bagian selatan ekor api. Kerapatan vegetasi dan paparan kabut asap kiriman dari Indragiri Hilir semakin membatasi jarak pandang petugas.
"Kabut asap juga menyulitkan untuk membedakan sumber titik api setempat karena terhalang kabut asap kiriman dari Indragiri Hilir," jelas Ilham.
Operasi di Sungai Guntung Hilir didukung satu unit mesin Mark-3, dua unit mesin Mini Striker, tiga rol selang hisap, 17 rol selang penyalur, dua unit Y Connector, dan empat unit nozzle. Pemadaman belum terkendali sepenuhnya karena bara api di bawah tanah masih memicu kemunculan titik api baru.
"Tim gabungan masih berupaya memastikan bara-bara yang tersisa dapat ditemukan dan dipadamkan agar tidak berkembang menjadi titik api baru," tukasnya.
Sementara itu di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, sebanyak 283 personel gabungan diterjunkan untuk memadamkan karhutla pada Selasa (25/8/2026). Sebanyak 45 personel Brimob Polda Riau disiagakan dengan perlengkapan khusus berupa 40 set portable breathing apparatus guna menembus asap pekat.
Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa menjelaskan langkah perlindungan keselamatan bagi personel di lapangan.
"Personel kita berhadapan langsung dengan asap saat melakukan pemadaman dan pendinginan. Karena itu, perlindungan pernapasan menjadi penting, terutama ketika anggota harus masuk ke titik dengan paparan asap yang cukup pekat," kata Kombes Ketut.
Perangkat pernapasan berkapasitas 6 liter tersebut memberikan suplai udara selama 35 hingga 45 menit. Fasilitas ini mendukung keselamatan petugas saat menyisir lahan gambut tebal yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan.
"Dengan alat ini, anggota tetap mendapatkan suplai udara ketika harus bekerja di tengah asap pekat. Ini sangat membantu ketika personel harus melakukan pemadaman maupun pendinginan di titik dengan paparan asap tinggi," ujarnya.
Polda Riau juga melengkapi petugas dengan 40 set perlengkapan keselamatan tambahan berupa helm, senter, dan sepatu. Petugas Brimob bergerak bersama personel Polres Kampar, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan unsur perusahaan yang terbagi dalam 10 regu.
"Pemadaman tidak selesai hanya karena api sudah tidak terlihat. Di lahan gambut, kami harus memastikan bara di bawah permukaan juga benar-benar padam. Dengan perlindungan yang memadai, personel bisa bekerja lebih optimal, tentu dengan tetap mengutamakan prosedur keselamatan," kata Ketut.
Upaya pendinginan lokasi akan terus dilanjutkan oleh tim gabungan sampai seluruh bara api di bawah permukaan tanah gambut dipastikan padam total.
"Target kita pemadaman dan pendinginan harus tuntas. Tetapi keselamatan anggota juga tidak boleh diabaikan. Personel harus bisa bekerja maksimal dan kembali dalam kondisi sehat dan selamat," tegasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow