Topan Saudel Terjang China Hingga Picu Evakuasi dan Peringatan Banjir
Peringatan banjir bandang dikeluarkan untuk Provinsi Fujian di wilayah tenggara China setelah Topan Saudel kembali menguat dan menerjang wilayah pesisir pada Jumat (4/9/2026). Hujan deras yang dipicu badai tersebut menggenangi permukiman hingga mendorong petugas mengevakuasi warga menggunakan perahu penyelamat.
Sebelumnya, Topan Saudel sempat mendarat di Provinsi Zhejiang pada 28 Agustus 2026 dan melemah saat melintasi daratan. Sisa badai kemudian bergerak ke perairan Laut China Selatan lalu kembali menguat menjadi badai tropis pada 1 September 2026. Fenomena ini memicu peringatan cuaca ekstrem dari otoritas meteorologi di China, Hong Kong, Taiwan, Vietnam, hingga Thailand.
Ancaman cuaca buruk ini memicu respons diplomatik dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di wilayah terdampak.
"Topan diperkirakan akan melanda Provinsi Fujian bagian tengah dan timur, Provinsi Guangdong bagian timur serta Provinsi Hainan bagian selatan pada 1-2 September 2026. Topan ini diperkirakan akan berdampak hujan lebat disertai angin kencang," jelas KJRI Guangzhou, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di China.
Pihak perwakilan diplomatik meminta masyarakat Indonesia membatasi pergerakan di area berisiko tinggi.
"Terkait itu, diimbau agar Warga Negara Indonesia di wilayah tersebut untuk berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan keselamatan dengan mengurangi kegiatan outdoor terutama di pesisir pantai/laut atau pegunungan," lanjutnya.
Peringatan perjalanan juga disampaikan guna mengantisipasi gangguan layanan moda transportasi umum.
"Bagi Warga Negara Indonesia yang berencana melakukan perjalanan di/ke wilayah terdampak diimbau untuk memantau dan mengantisipasi perubahan jadwal transportasi," imbaunya.
Sementara itu, dinamika atmosfer regional turut dipengaruhi oleh kondisi iklim global Pasifik. Pakar iklim menerangkan bahwa pola El Nino masih bertahan dengan intensitas kuat dan berpotensi berlanjut hingga paruh pertama tahun 2027.
"Meskipun total curah hujan telah menurun di beberapa daerah, masyarakat tetap perlu bersiap menghadapi hujan lebat lokal yang terjadi di area kecil dan dalam jangka waktu singkat," tegas Nguyen Thanh Hoa, Peramal Departemen Peramalan Iklim Pusat Peramalan Meteorologi dan Hidrologi Nasional Vietnam.
Badan meteorologi mencatat curah hujan ekstrem kerap memicu badai petir, angin kencang, hingga kerusakan infrastruktur di sepanjang jalur pergerakan topan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow