Toprak Razgatlioglu Alami Kesulitan Adaptasi Musim Perdana MotoGP 2026
Pembalap tim Pramac Toprak Razgatlioglu mengalami masa sulit pada musim perdananya di ajang MotoGP 2026 setelah beralih dari kejuaraan Superbike. Juara dunia WSBK tiga kali tersebut tercatat baru mengumpulkan 14 poin dari 13 seri yang telah berlangsung.
Hasil terbaik pembalap asal Turki ini adalah finis di posisi ke-13 pada GP Prancis di Le Mans. Perubahan performa yang drastis ini dipicu oleh kendala adaptasi terhadap ban Michelin serta pengembangan motor anyar Yamaha M1 V4 yang belum sepenuhnya kompetitif.
Razgatlioglu mengakui bahwa dirinya sempat merasa frustrasi pada awal musim akibat torehan buruk di lintasan.
"Ini bukan tahun yang mudah bagi saya. Di awal musim, saya selalu langsung masuk ke motorhome dan berdiam diri di sana," kata Toprak Razgatlioglu, pembalap tim Pramac MotoGP.
Perubahan sikap mulai dilakukan oleh sang pembalap seiring berjalannya kompetisi demi menjaga fokus bertanding.
"Sekarang saya hanya mencoba fokus pada hal-hal yang baik. Oke, mungkin akhir pekan itu berjalan sangat buruk, tapi saya berusaha fokus pada sisi positifnya," kata Toprak Razgatlioglu, pembalap tim Pramac MotoGP.
Dukungan penuh dari jajaran kru tim diakuinya menjadi pendorong utama untuk tetap bertahan di tengah tekanan kompetisi.
"Saya sangat berterima kasih kepada tim karena semua orang membantu saya untuk tetap kuat. Itu sangat bagus. Saya merasa seperti bagian dari keluarga.
Saya tidak sendirian. Semua orang mendukung saya dan mendorong saya untuk belajar," kata Toprak Razgatlioglu, pembalap tim Pramac MotoGP.
Tantangan teknis terbesar yang dihadapi Razgatlioglu terletak pada pemahaman karakteristik ban belakang dan penguasaan pengereman.
"Dalam beberapa hal saya belajar banyak. Untuk urusan ban, saya masih berusaha memahami karakternya. Saya sudah menguasai beberapa hal, namun mengelola ban belakang tetap menjadi tantangan," kata Toprak Razgatlioglu, pembalap tim Pramac MotoGP.
Masalah kurangnya daya cengkeram roda depan juga kerap membuatnya kesulitan saat memasuki tikungan.
"Saya memiliki intuisi yang baik mengenai batas kemampuan saat mengerem. Namun gripnya kurang dan roda depan sering terkunci. Kondisi di trek ini luar biasa, ban depan saya terkunci di setiap tikungan dan setiap lap," kata Toprak Razgatlioglu, pembalap tim Pramac MotoGP.
Penguasaan kecepatan saat menikung menjadi fokus pembelajaran penting untuk menghadapi perubahan regulasi ban musim depan.
"Menjaga cornering speed bukanlah gaya balap saya. Kalau saya bisa mempelajarinya tahun ini, mungkin akan berguna tahun depan. Tentu saja, ban Pirelli bisa jadi lebih cocok dengan gaya balap saya.
Namun, saya juga membutuhkan cornering speed. Mungkin hal itu akan membantu saya tahun depan dan juga di masa depan," kata Toprak Razgatlioglu, pembalap tim Pramac MotoGP.
Meski tidak mudah, pembalap berusia 29 tahun itu berkomitmen untuk terus menjaga mentalitas positif sepanjang sisa musim.
"Saya selalu berusaha melihat sisi positifnya. Terkadang hal itu tidak gampang. Namun, saya berusaha untuk terus mempertahankan pola pikir tersebut," kata Toprak Razgatlioglu, pembalap tim Pramac MotoGP.
Komposisi tim Pramac dipastikan berubah musim depan dengan masuknya Izan Guevara sebagai rekan setim baru Razgatlioglu, sementara Jack Miller akan berpindah ke kejuaraan Superbike bersama tim pabrikan PATA Yamaha.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow