Tren Dessert Ube Meningkat, Impor Bahan Baku Filipina Masih Mendominasi
Popularitas aneka santapan manis berbasis ube terus melonjak di Indonesia, seperti ube matcha latte hingga ube macaron. Namun, dominasi pasokan bahan baku makanan kekinian ini rupanya masih mengandalkan impor dari Filipina.
Ketergantungan tersebut mencakup berbagai olahan ube cair, bubuk, hingga pasokan ube halaya, dilansir dari Detik Health. Di sisi lain, wujud fisik ube segar terbilang sangat langka di pasar domestik.
Kondisi alam Filipina dan Indonesia sebenarnya sama-sama memiliki iklim tropis. Hal ini memunculkan peluang besar bagi pengembangan potensi pembudidayaan tanaman bernama ilmiah Dioscorea alata tersebut di dalam negeri.
Pakar pemuliaan tanaman dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran sekaligus Ketua Pusat Riset PRAISE, Prof Agung Karuniawan, menjelaskan bahwa tanaman ube bukan jenis asing di Indonesia. Budidaya ube sebenarnya sudah dilakukan masyarakat setempat, meski belum menjadi komoditas komersial layaknya ubi ungu.
"Dioscorea alata merupakan tanaman yang berasal dari kawasan Asia Tenggara dan telah lama dibudidayakan di berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia," kata Prof Agung Karuniawan.
Secara faktor ekologis, tanah air dinilai sangat mendukung pertumbuhan budidaya ube. Tanaman ini sanggup tumbuh optimal pada kisaran suhu 25 hingga 30 derajat Celsius, serta menyukai tipe tanah lempung berpasir yang kaya nutrisi dan berdrainase baik.
Tantangan Pengembangan Ube Komersial
Meskipun kondisi iklim tropis Indonesia mendukung secara teknis, komersialisasi ube masih menghadapi kendala besar di sektor hilir dan hulu. Pengolahan berskala industri memerlukan kesiapan infrastruktur serta kepastian serapan pasar.
"Tantangannya justru bukan pada kemampuan tanaman tumbuh, tetapi pada ketersediaan bahan tanam bermutu, keseragaman varietas, teknologi budidaya, produktivitas, pascapanen, dan kepastian pasar," ujar Prof Agung Karuniawan.
Dari aspek karakteristik fisik, ube (Dioscorea alata) berbeda dari ubi ungu (Ipomoea batatas). Pola tumbuh ube merambat sehingga membutuhkan tata kelola budidaya yang lebih rumit dibandingkan ubi jalar yang menjalar di permukaan tanah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow