Donald Trump Gelar Pertandingan UFC di Gedung Putih

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar ajang tarung bebas Ultimate Fighting Championship atau UFC di halaman South Lawn Gedung Putih, Washington, DC, pada Minggu, 14 Juni 2026 malam waktu setempat. Acara olahraga profesional pertama dalam sejarah kediaman resmi presiden tersebut diadakan bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Trump sekaligus perayaan hari jadi ke-250 kemerdekaan Amerika Serikat.

Penyelenggaraan acara bertajuk UFC Freedom 250 ini memicu kontroversi serta skeptisisme publik di dalam negeri. Hasil jajak pendapat nasional dari Reuters/Ipsos yang dirilis menjelang laga menunjukkan bahwa hanya 16 persen warga Amerika Serikat yang menyetujui pelaksanaan tontonan baku hantam tersebut di lingkungan istana kepresidenan, sementara 46 persen menyatakan tidak setuju.

Ajang yang menelan biaya produksi mencapai 60 juta dolar AS dari pihak UFC ini menampilkan struktur logam raksasa setinggi 28 meter seberat 600 ton bernama Claw yang menaungi arena oktagon tempat para petarung berlaga. Sebanyak 4.300 tamu undangan menghadiri acara di South Lawn, sementara puluhan ribu penonton lainnya memadati area festival penggemar di kawasan The Ellipse meski dibayangi ancaman badai petir dan kelembapan udara yang tinggi.

Rencana ini sempat menghadapi gugatan hukum dari warga lokal Virginia melalui firma hukum Public Integrity Project yang berargumen bahwa kegiatan olahraga komersial dilarang di South Lawn dan tidak memiliki izin resmi. Namun, seorang hakim federal menolak permohonan perintah darurat untuk menghentikan acara tersebut dua hari sebelum pertandingan dimulai.

Acara ini juga menuai tanggapan beragam dari kalangan politisi, termasuk kritik dari mantan anggota Kongres dari kubu sayap kanan yang menyoroti kepatutan lokasi dan penggunaan anggaran.

"I think UFC fights are great. I enjoy watching them, but to be honest with you, I don’t really think they belong on the White House lawn," kata Marjorie Taylor Greene, mantan anggota kongres perempuan.

Greene menambahkan bahwa dirinya mempertanyakan efisiensi alokasi dana publik untuk membiayai pengamanan dan fasilitas penunjang bagi pergelaran luar ruang tersebut.

"And I don’t think Americans’ taxpayer dollars should have to be paying for that. We have a lot of other important things that we should pay for," ujar Marjorie Taylor Greene.

Kendati melayangkan kritik tajam terhadap pemilihan tempat, Greene tetap berharap agar rangkaian acara ini dapat berjalan dengan lancar.

"However, I do hope it’s a great event, and of course I always wish the president well, I wish everyone well, so we'll see how the event unrolls," tutur Marjorie Taylor Greene.

Di sisi lain, jajaran pemerintahan membela penuh keputusan presiden dan menganggap seni bela diri campuran ini sebagai representasi keunggulan global Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio memuji organisasi bela diri campuran tersebut sebagai instrumen pengaruh internasional yang efektif bagi negara.

UFC merupakan "definition of American soft diplomatic power" kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.

Pihak kepresidenan juga menyatakan kepuasan atas putusan pengadilan yang menolak gugatan warga sipil terhadap legalitas acara.

Pemerintah menyebut gugatan hukum tersebut sebagai tindakan yang "frivolous" cetus perwakilan Gedung Putih sebagaimana dilansir dari BBC.

Presiden Donald Trump sendiri berulang kali menunjukkan kebanggaannya atas kemegahan fasilitas ring yang dibangun khusus di halaman istananya.

Trump menyebut pergelaran tarung bebas tersebut sebagai "the greatest show on Earth" puji Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Sorotan terhadap ambisi penyelenggaraan ini juga datang dari media massa yang membandingkan proyek ulang tahun presiden dengan panggung hiburan masa romawi kuno.

Artikel di majalah The Atlantic menuliskan analisis bahwa kemeriahan perayaan ulang tahun ke-80 Trump kali ini belum mampu menyamai standar kemegahan ekstrem yang selalu diinginkan oleh sang presiden.

"Sunday's events will be described as falling well short of the one benchmark that seems to matter to the president: talis qualem mundus numquam vidit — 'such as the world has never seen.'" tulis majalah The Atlantic.

Keriuhan juga terjadi di area panggung festival ketika pembawa acara mengundang para atlet yang lolos uji kebersihan zat adiktif dalam karier mereka.

Seorang penonton meluapkan kekesalannya di depan panggung di tengah momentum penyerahan jaket penghargaan kepada petarung Drew Dober dan Mackenzie Dern.

"get off the stage, you bald bastard!" teriak seorang penggemar kepada Jeff Novitzky yang sedang memimpin seremonial di panggung festival Ellipse.

Rangkaian perayaan Freedom 250 ini dijadwalkan berlanjut sepanjang musim panas tahun 2026 dengan agenda balapan IndyCar di National Mall dan pameran akbar Great American State Fair pada bulan Juli.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    1
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed