UGM Kembangkan AI Tech4disaster Petakan Bantuan Gempa NTT
Tim peneliti Universitas Gadjah Mada mengembangkan portal AI Tech4disaster guna melayani pelaporan kebutuhan logistik masyarakat sekaligus memetakan wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Masyarakat dapat mengakses dan mengirimkan laporan melalui tautan geoportal.science/gik/.
Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas dalam penanganan logistik berdasarkan sebaran titik wilayah yang paling terdampak usai mengolah data warga, seperti dilansir dari Detikcom.
Ketua tim pengembang Tech4disaster UGM Dr Nur Mohammad Farda mengungkapkan bahwa sekitar 1.400 laporan masyarakat telah masuk ke portal hingga 21 Agustus 2026. Jumlah tersebut mencatatkan angka lebih tinggi dibandingkan laporan pada portal penanganan bencana di Sumatera sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 300 laporan.
Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan pada portal ini difokuskan untuk memilah serta menganalisis laporan masuk. Langkah tersebut dilakukan agar data terstruktur rapi sehingga memudahkan distribusi oleh tim logistik di lapangan.
"Kalau data sudah rapi, ketika diposting dan disimpan, itu akan mempermudah tim logistik. Kemudian, ada juga proses analisis. Dari peta-peta yang tersedia, sistem dapat menganalisis daerah mana yang terdampak paling banyak dan apa saja yang menjadi prioritas logistik. Jadi, data tersebut dapat dikelompokkan untuk membantu proses penanganan," kata Farda.
Meski mengandalkan AI, Farda menegaskan adanya pembatasan peran teknologi tersebut. Input data dasar tetap bersumber dari warga serta relawan, kemudian tim UGM melakukan pembersihan data untuk memverifikasi kesesuaian lokasi.
"Data yang digunakan berasal dari warga atau volunteer. Kemudian, kami melakukan cleaning terhadap data, terutama untuk memastikan lokasi-lokasi yang dilaporkan sesuai. Jadi, dari sisi risiko AI, penggunaannya dibatasi pada proses perapian data dan analisis. Untuk analisis pun, AI hanya mengambil dan merangkum informasi dari peta-peta yang tersedia," kata Farda.
Pantauan pada dashboard Geoportal Informasi Kebencanaan wilayah dekat Ruteng menunjukkan angka 961 laporan pada Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 13.50 WIB. Fitur analisis titik peta memperlihatkan bahwa wilayah yang membutuhkan intervensi mendesak akibat kerusakan parah meliputi Ruteng, Manggarai Ruteng Flores, dan Manggarai Barat.
Rekomendasi prioritas logistik yang dihasilkan mencakup bahan pangan seperti beras, mie instan, telur, air minum, obat-obatan, serta selimut. Penanganan bencana di lokasi tersebut juga membutuhkan bantuan tenaga kesehatan, fasilitas komunikasi, dan tenda darurat.
Solusi Kendala Jaringan dan Integrasi BNPB
Pengoperasian portal GIK Tech4disaster sempat menghadapi kendala ketersediaan jaringan internet akibat dampak bencana. Saat koneksi terputus, pengiriman laporan terpaksa tertunda.
Sebagai penanganan sementara, data laporan disusun dan disimpan terlebih dahulu dalam perangkat, lalu dikirimkan begitu sinyal kembali terhubung.
"Bagaimanapun, dukungan konektivitas juga dapat diberikan melalui mobile tower atau menara jaringan bergerak," tambah Farda.
Data pemetaan yang terhimpun di portal ini terhubung langsung dengan sistem Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui layanan peta. Langkah sinkronisasi ini memastikan informasi kebencanaan UGM terintegrasi penuh dengan data acuan BNPB.
Pengembangan UGM AI Tech4Disaster ke depan diproyeksikan untuk penanganan kebencanaan yang lebih luas. Cakupannya meliputi manajemen shelter, pemetaan tanah longsor, analisis citra satelit, manajemen logistik, hingga integrasi model AI dan Internet of Things.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow