Universitas Hasanuddin Bekukan Pengaderan Mahasiswa Setelah Video Perpeloncoan Viral
Sebuah video perpeloncoan mahasiswa di Universitas Hasanuddin (Unhas) yang memperlihatkan mahasiswa disuruh push up dan terdengar suara tamparan serta bentakan viral dan memicu tindakan dari pihak kampus pada Selasa, 8 September 2026. Video tersebut terkait dengan kegiatan pengaderan mahasiswa Fakultas MIPA Unhas. Setelah video viral, Rektorat Unhas melakukan penelusuran dan koordinasi langsung dengan pimpinan fakultas serta pengurus organisasi kemahasiswaan. Hasil evaluasi dan rapat yang berlangsung pada 7 September 2026 menunjukkan bahwa video yang beredar sebagian besar merupakan rekaman dari pengaderan tahun 2026, dengan beberapa potongan berasal dari periode September 2025 hingga Maret 2026, menurut dilansir dari Detikcom.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin, MKes, PhD, SpB M Mf, Subsp Ortognat D, menyatakan,
"Universitas Hasanuddin menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, kondusif, dan bebas dari kekerasan maupun bullying." Dia menambahkan bahwa kegiatan pengaderan KM FMIPA dibekukan sementara sambil dilakukan evaluasi dan penyusunan format pengaderan baru yang bebas kekerasan.
Prof Ruslin menjelaskan, "Pimpinan Universitas dan Pimpinan Fakultas menyatakan komitmen melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang dan akan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku pelanggaran melalui instrumen yang dimiliki Universitas Hasanuddin."
Universitas membekukan sementara kegiatan pengaderan KM FMIPA dan meminta organisasi terkait melakukan evaluasi menyeluruh serta mempersiapkan format pengaderan bebas kekerasan yang akan dibahas bersama pihak fakultas. Lebih lanjut, Prof Ruslin menegaskan, "Universitas Hasanuddin tidak memberi toleransi terhadap praktik perpeloncoan dan tindakan bullying berdasarkan relasi kuasa di antara sesama mahasiswa baik dalam relasi senior-junior, asisten-praktikan, dan lainnya."
Dia juga mengimbau mahasiswa angkatan 2026 maupun sebelumnya untuk melaporkan setiap perlakuan kekerasan ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan atau bagian akademik dan kemahasiswaan fakultas masing-masing.
Unhas mengajak sivitas akademika dan alumni untuk menjaga nama baik almamater melalui kontribusi sumber daya manusia unggul dan karya inovatif bagi kemajuan bangsa, kata Prof Ruslin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow