Unhas Klarifikasi Isu PKKMB dan Terima 20 Mahasiswa Disabilitas

Smallest Font
Largest Font

Universitas Hasanuddin meluruskan informasi di media sosial terkait tudingan pembajakan acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Budaya oleh TNI pada Rabu, 12 Agustus 2026. Di saat bersamaan, kampus negeri di Makassar ini mengumumkan penerimaan 20 mahasiswa disabilitas pada tahun ajaran 2026.

Kasubdit Humas dan Dokumentasi Unhas, Ishaq Rahman, menegaskan bahwa narasi keterlibatan militer secara paksa dalam kegiatan kampus merupakan bentuk disinformasi.

"Ini merupakan pemelintiran informasi, bahkan disinformasi yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Ishaq Rahman, Kasubdit Humas dan Dokumentasi Unhas.

Pihak kampus menjelaskan bahwa kehadiran Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, sebenarnya dijadwalkan pada hari pertama PKKMB, Selasa, 11 Agustus 2026, untuk memberikan materi nasionalisme dan bela negara. Namun, karena ada agenda lain, jadwal digeser ke hari berikutnya dan ditempatkan di FIB yang memiliki jumlah mahasiswa baru terbesar kedua serta bertempat di GOR JK Arenatorium.

Ishaq menampik anggapan bahwa panitia penyelenggara di tingkat fakultas tidak mengetahui rencana kedatangan pejabat militer tersebut.

"Jadi, narasi yang menyebutkan bahwa panitia PKKMB FIB tidak mengetahui kedatangan Pangdam adalah disinformasi," kata Ishaq Rahman, Kasubdit Humas dan Dokumentasi Unhas.

Meski demikian, Ketua Panitia PKKMB FIB Unhas, Rezky Ramadhani, mengungkapkan bahwa jadwal kedatangan pimpinan TNI tersebut memang berada di luar susunan acara resmi fakultas.

"Itu di rundown tidak ada kegiatan ini. Jadi kita langsung ditelpon sama pimpinan, bilang mau datang Pangdam di situ," kata Rezky Ramadhani, Ketua Panitia PKKMB FIB Unhas.

Materi pengarahan yang dibawakan Mayjen TNI Bangun Nawoko berlangsung sekitar satu jam hingga pukul 17.10 WITA. Unhas membantah adanya tindakan militerisme, kekerasan verbal, maupun penutupan pintu gedung secara paksa. Terkait sejumlah mahasiswa yang pingsan, kampus mengklarifikasi bahwa hal itu disebabkan kondisi fisik yang kurang fit setelah mengikuti rangkaian acara sejak pagi, dan telah ditangani tim medis.

Ishaq menambahkan, materi pembekalan disajikan dengan semangat patriotik dan diisi dengan sesi dialog interaktif bersama para peserta.

"Mayjen Bangun Nawoko membawakan materi yang memotivasi mahasiswa dengan gaya patriotik dan penuh semangat. Juga dibuka ruang dialog dan diskusi hingga dialog berakhir pukul 17.10 WITA," kata Ishaq Rahman, Kasubdit Humas dan Dokumentasi Unhas.

Manajemen kampus juga membantah kabar tuduhan intimidasi petugas keamanan terhadap peserta selama proses penyampaian materi berlangsung.

"Sama sekali tidak ada tindakan bentakan maupun kekerasan verbal kepada mahasiswa baru. Materi dan dialog berakhir pukul 17.10 Wita. Informasi yang menyebutkan bahwa terjadi banyak mahasiswa baru yang pingsan selama prosesi pembawaan materi juga tidak sesuai dengan fakta di lapangan," kata Ishaq Rahman, Kasubdit Humas dan Dokumentasi Unhas.

Sinergi antara institusi pendidikan dan aparat pertahanan dinilai penting untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada para mahasiswa baru.

"Unhas sebagai lembaga pendidikan tinggi dan TNI sebagai institusi pertahanan negara selalu bersinergi untuk mendukung nasionalisme dalam bingkai persatuan dan kesatuan," kata Ishaq Rahman, Kasubdit Humas dan Dokumentasi Unhas.

Selain isu kegiatan pengenalan kampus, Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menyampaikan perkembangan kesetaraan akses pendidikan bagi penyandang disabilitas di instansinya.

“Kita membuka akses pendidikan bagi mahasiswa disabilitas, kemudian memastikan proses belajar mereka berlangsung dengan dukungan yang sesuai untuk Unhas sebagai kampus Inklusif,” kata Jamaluddin Jompa, Rektor Unhas.

Sebanyak 20 mahasiswa disabilitas yang diterima tahun ini tersebar di 12 program studi. Unhas telah melengkapi sarana fisik seperti ramp, toilet aksesibel, area parkir khusus, penanda khusus, hingga penyediaan tiga juru bahasa isyarat dan 10 relawan isyarat untuk mendukung proses belajar mengajar.

Kebijakan inklusif ini terus diperluas mencakup penyediaan fasilitas transportasi vertikal dan horizontal di seluruh area gedung kampus.

“Inklusivitas ini kami bangun melalui kebijakan, fasilitas, pembelajaran, riset, dan budaya akademik, bahkan kami ada TRG (Disability Research Group). Dengan pendekatan tersebut, kami ingin mahasiswa disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi di Unhas,” kata Jamaluddin Jompa, Rektor Unhas.

Penerimaan mahasiswa disabilitas pada 2026 merupakan tahun keempat secara berturut-turut sejak pembentukan Pusat Disabilitas Unhas pada 2023. Hingga kini, total 70 mahasiswa disabilitas telah berkuliah di berbagai fakultas Unhas hingga jenjang magister.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed