USS Abraham Lincoln Berlabuh di Thailand Usai Penugasan Panjang di Timur Tengah
USS Abraham Lincoln, kapal induk Amerika Serikat, merapat di Thailand setelah menjalani penugasan panjang di Timur Tengah selama lebih dari 250 hari tanpa singgah pelabuhan, kata pejabat Thailand, 26 Agustus 2026. Kapal yang membawa sekitar 5.000 pelaut dan marinir itu dijadwalkan singgah untuk istirahat dan pemulihan setelah penugasan berkepanjangan, menurut pejabat Thailand yang tidak ingin disebutkan namanya. Penugasan panjang ini menimbulkan kekhawatiran atas kondisi fisik dan mental para awak kapal, termasuk laporan kekurangan pasokan makanan, air, dan produk kebersihan, serta isu kesehatan mental seperti upaya bunuh diri oleh beberapa personel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan bahwa pengerahan USS Abraham Lincoln untuk unjuk kekuatan di Timur Tengah gagal karena kondisi mental awak kapal yang memprihatinkan.
"Amerika Serikat mengirimkan USS Abraham Lincoln ke kawasan tersebut untuk unjuk kekuatan," kata Baqaei, dan menambahkan kapal itu kini berlayar menuju Thailand untuk istirahat para awaknya, menurut Aljazeera. Pihak berwenang Thailand mengonfirmasi kapal tersebut akan singgah singkat di pelabuhan, kemungkinan di Sattahip, Chon Buri, untuk mendukung logistik dan istirahat tanpa kegiatan militer, sebagaimana dilaporkan oleh Bangkok Post dan suaragarut.id.
Penugasan yang diperpanjang dari rencana awal enam bulan menjadi lebih dari sembilan bulan ini memicu kritik dari anggota parlemen AS, yang menyoroti kelelahan dan kondisi buruk di atas kapal, termasuk laporan bahwa beberapa pelaut berupaya bunuh diri. Seorang pejabat AS mengonfirmasi keberangkatan USS Abraham Lincoln, yang sebelumnya dilaporkan oleh Laksamana Brad Cooper, pimpinan CENTCOM, mengungkapkan harapan agar awak kapal dapat menikmati waktu istirahat setelah tugas panjang tersebut.
USS Abraham Lincoln telah digantikan oleh USS George Washington yang mulai beroperasi di Timur Tengah sejak 20 Agustus 2026, menurut pernyataan CENTCOM dan laporan AFP. Sementara itu, Angkatan Laut AS juga mengerahkan USS Theodore Roosevelt ke kawasan Timur Tengah untuk penugasan selama tujuh bulan ke depan, menggantikan USS George Washington, seperti disampaikan oleh Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Daryl Caudle kepada wartawan, dikutip CNN dan Al Jazeera. Caudle menyatakan penempatan selama tujuh bulan lebih diharapkan, meski kondisi perang membuat kepastian durasi penempatan sulit dijamin.
Selain itu, kasus seorang pelaut USS Abraham Lincoln yang mencoba bunuh diri dan kini menghadapi hukuman disipliner militer juga menyoroti tekanan psikis yang dialami awak kapal selama penugasan panjang ini, menurut laporan ABI dan MS NOW.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow