Wakapolda Perintahkan Pengamanan Ketat dan Rekayasa Lalin Jelang Zikir di Monas
Wakil Kepala Polisi Daerah Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono, memerintahkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas di sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) menjelang acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang dimulai pukul 17.00 WIB.
Jumlah personel kepolisian yang diterjunkan mencapai 3.269 anggota, dengan 22 kantong parkir disiapkan untuk menampung ribuan kendaraan roda dua dan empat. Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga menyiapkan rekayasa lalu lintas serta 135 personel pengatur lalu lintas di sejumlah titik strategis.
Dekananto menegaskan agar pengamanan dilakukan tidak hanya di lokasi utama, tetapi juga di persimpangan jalan-ring 1, ring 2, dan ring 3 sebagai daerah penyangga yang berpotensi terdampak kemacetan. Semua persimpangan harus dijaga ketat oleh anggota kepolisian.
"Kawal arus lalu lintas baik itu di ring 1, ring 2, dan ring 3 secara menyeluruh. Jajaran Pak Dirlantas saya minta betul-betul dikontrol, tidak hanya mengendalikan Monas dan sekitarnya, tetapi daerah-daerah penyangga yang berpotensi terdampak arus lalu lintasnya, saya minta dimonitor dan dikendalikan. Tidak boleh ada satu pun persimpangan yang tidak dijaga oleh anggota kita," ujar Brigjen Dekananto.
Selain pengamanan lalu lintas, ia juga meminta setiap pintu masuk ke lokasi acara disterilisasi dengan bantuan tim penjinak bom (Jibom) dan anjing pelacak (K9). Pengawasan ketat ini bertujuan menghindari penumpukan peserta yang dapat mengganggu mobilitas masyarakat.
"Jangan sampai ada penumpukan peserta yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat lainnya. Setiap bus akan didampingi oleh personel dari daerah asal masing-masing," tambahnya.
Dekananto juga menginstruksikan agar seluruh kapolres turun langsung memimpin pengamanan di wilayah masing-masing guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama acara berlangsung.
"Di luar dari lokasi Monas, para Kapolres saya minta untuk turun langsung memimpin di wilayah masing-masing," ujarnya.
Pengawalan khusus juga disiapkan untuk jalur kedatangan dan kepulangan Presiden RI Prabowo Subianto yang dijadwalkan hadir dalam acara tersebut. Jalan di sekitar Monas harus steril sejak pukul 17.00 WIB untuk mengantisipasi kedatangan Presiden dan pejabat negara lain.
"Karena jam 17.00 sore sekitar Monas harus sudah steril. Ini untuk mengantisipasi kedatangan Bapak Presiden dan pejabat negara lainnya. Setelah kegiatan utama selesai, kepulangan Bapak Presiden dan rombongan VVIP, agar para personel tetap berada di titik plotting masing-masing sampai dengan seluruh kegiatan dan seluruh masyarakat yang menghadiri acara zikir dan doa meninggalkan lokasi Monas," jelas Dekananto.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga menerapkan rekayasa lalu lintas situasional, dengan pengalihan rute dari berbagai arah seperti Harmoni, Bundaran HI, Tanah Abang, dan Kramat-Salemba untuk mengantisipasi kemacetan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI, Budi Awaluddin, mengimbau masyarakat memanfaatkan 19 titik kantong parkir yang disediakan dengan kapasitas total 3.755 ruang parkir kendaraan roda empat dan 5.105 ruang parkir kendaraan roda dua agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
"Kami mengimbau masyarakat agar menyesuaikan rute perjalanan, memanfaatkan angkutan umum maupun kantong parkir yang telah disediakan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan agar kegiatan dapat berlangsung tertib dan mobilitas masyarakat tetap terjaga," kata Budi.
Budi juga mengingatkan pengguna Kereta Api Jarak Jauh yang akan menuju atau berangkat dari Stasiun Gambir untuk mengatur waktu perjalanan dan mematuhi pengaturan lalu lintas agar mobilitas tetap aman dan lancar.
Selain aspek pengamanan dan pengaturan lalu lintas, Dekananto memastikan pembagian goodie bag dari Kementerian Agama akan diatur agar tertib dan tidak menimbulkan kericuhan, serta memastikan kesiapan jalur evakuasi dan layanan kesehatan selama acara berlangsung.
"Pastikan betul, diatur betul, tidak ada yang berebut sehingga nanti yang bisa menimbulkan korban, sehingga mempengaruhi jalannya kegiatan zikir dan doa," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow