Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Gempa dan Ajak Mahasiswa Bantu Korban di NTT
Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 20 Agustus 2026, untuk meninjau langsung proses pemulihan pascagempa serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.
Kunjungan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang diajak Gibran untuk turut berkontribusi dalam membantu pemulihan trauma korban gempa di wilayah tersebut.
Gibran dan rombongan meninjau beberapa lokasi terdampak di Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur, termasuk fasilitas layanan dasar dan bangunan pendidikan yang rusak akibat gempa.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa bumi yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 telah menyebabkan 71 korban meninggal dan ribuan warga mengungsi. Gempa susulan dengan magnitudo 5,8 masih dirasakan di beberapa wilayah seperti Labuan Bajo.
Dalam kunjungan di SD Inpres LXXVI Wairklau, Kabupaten Sikka, Gibran melihat kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, terutama di bagian atap, yang kini difungsikan sebagai posko pengungsian sementara.
Wapres bertanya langsung kepada warga pengungsi terkait kondisi anak-anak, memastikan mereka mendapat makanan dan tidak mengalami luka.
"Anaknya sudah makan?" tanya Gibran.
"Anaknya enggak ada luka atau apa, kan? Luka enggak? Aman, ya?" lanjutnya memastikan.
Gibran menegaskan pentingnya perhatian terhadap pendidikan anak-anak di tengah proses pemulihan bencana agar mereka bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman serta mendapat dukungan yang diperlukan.
"Semangat dan kepedulian anak muda perlu difasilitasi agar dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang membantu masyarakat terdampak," kata Gibran, menekankan peran aktif mahasiswa dalam proses pemulihan sebagai bagian dari semangat gotong royong menghadapi bencana.
Selain mengecek kondisi pengungsian, Gibran juga meninjau kerusakan di Pelabuhan Laurentius Say dan Gereja Santa Maria Magdalena Nangahure di wilayah Sikka.
Distribusi logistik bantuan untuk korban gempa terus berjalan, dengan total barang bantuan yang dikirim mencapai 398 ton hingga 18 Agustus 2026, termasuk 165 ton yang dikirim melalui jalur udara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow