Wapres Gibran Tinjau Siswa Keracunan MBG di Karo dan Pastikan Penanganan

Smallest Font
Largest Font

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengunjungi siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (11/9/2026).

Kunjungan dilakukan di Rumah Sakit Efarina Etaham dan Rumah Sakit Umum Amanda Berastagi untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan yang optimal serta mendengarkan keluhan keluarga korban.

Gibran menyatakan bahwa seluruh biaya pengobatan para siswa akan ditanggung oleh pemerintah. "Kami pastikan anak bapak ibu bisa sembuh dan bersekolah kembali. Mendapatkan pelayanan kesehatan dan obat-obatan terbaik," ujar Gibran.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendampingi Wapres dan menugaskan Dinas Kesehatan serta perangkat terkait untuk menindaklanjuti keluhan keluarga siswa. Bobby menambahkan bahwa pemulihan juga mencakup pendampingan psikologis agar kondisi siswa membaik secara menyeluruh.

Salah satu siswa korban, SV, mengeluhkan sakit kepala dan sesak yang masih dirasakan. Ia berharap jaminan kesehatan dapat dipertanggungjawabkan karena saat ini menjalani pengobatan mandiri.

Gibran dan Bobby juga menjenguk Agnesia Paruliana br Silitonga yang dirawat di RS Amanda Berastagi. Gibran memastikan kebutuhan medis serta ketersediaan obat terpenuhi dan memberi opsi rujukan ke rumah sakit di Medan atau Jakarta.

Praktisi kesehatan anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof Dr dr Damayanti Rusli Sjarif menjelaskan sebagian besar gejala keracunan makanan berupa gangguan saluran pencernaan seperti muntah dan diare. Ia menyatakan gejala kejang atau hilang ingatan tidak umum terjadi akibat bakteri pada keracunan makanan.

"Kalau kita mau lihat, keracunan itu biasanya kalau kumannya sama, polanya sama," ujar Prof Damayanti menegaskan bahwa variasi gejala mungkin menandakan faktor lain.

Siswi Febiona Purba yang mengalami dugaan gangguan ingatan setelah konsumsi MBG masih dalam pemantauan intensif di RSUP H Adam Malik Medan. Hasil pemeriksaan EEG menunjukkan aktivitas listrik otak dalam batas normal, namun keluhan masih terus dipantau.

Gubernur Bobby menyampaikan pemeriksaan medis masih berjalan untuk mengetahui penyebab gangguan yang dialami Febiona, termasuk kemungkinan terkait saraf atau faktor lain.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed