Waskita Karya Infrastruktur Perkuat Lima Bisnis untuk Pembangunan

Smallest Font
Largest Font

Anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI), memperkuat lima lini bisnis utama guna menopang pembangunan infrastruktur nasional. Langkah transformasi ini dijalankan melalui tiga tahapan, yakni pemulihan internal, reposisi pangsa pasar, serta pertumbuhan berkelanjutan pada Rabu (2/9/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Plt Direktur Utama WKI Bambang Dwi Wijayanto menjelaskan bahwa strategi perusahaan berfokus pada pertumbuhan yang sehat dan bertanggung jawab. Target perolehan proyek wajib memiliki kepastian penagihan, margin yang wajar, risiko terkendali, serta tidak berbenturan dengan kepentingan bisnis induk usaha.

"Dari sisi pengembangan pasar, kami pun terus memperkuat strategi dalam perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB). Pertumbuhan NKB naik signifikan dari tahun 2021 sampai 2025, realisasi perolehannya mencapai 100,07% dari target pada 2025," jelas Bambang dalam keterangan tertulis.

Adapun lima fokus bisnis yang dijalankan WKI meliputi sektor konstruksi, pengelolaan peralatan, perdagangan material konstruksi, manufaktur pabrikasi baja, serta investasi Energi Baru Terbarukan (EBT). Pada segmen konstruksi, realisasi Nilai Kontrak Baru (NKB) mencapai 104,41% dari target yang didominasi pasar eksternal.

Portofolio pengerjaan proyek strategis WKI mencakup Perbaikan Tol Kayu Agung-Palembang, Cetak Sawah Rakyat Kab Merauke, Peningkatan Jalan R. Suprapto dan Jalan Gajah Mada Batam, Pengaspalan Tol Palembang-Betung 1 & 2, serta Pekerjaan Tanah dan Ramp Off Tol Bocimi Seksi 3A & 3B. Perusahaan juga berkonstribusi menuntaskan pembangunan Tol Cimanggis-Cibitung, Tol IKN, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Gedung Setpres, dan Bendungan Rukoh.

Pada sektor pengelolaan peralatan, WKI saat ini mengelola 341 unit aset. Jumlah tersebut diproyeksikan bertambah menjadi sekitar 1.200 unit melalui rencana inbreng dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang masih dalam proses korporasi.

Di bidang trading, WKI menyuplai kebutuhan agregat A & B, granular backfill, pasir, dan tanah merah untuk proyek konstruksi nasional. Sementara itu, fasilitas pabrikasi baja di Cikande melayani kebutuhan tower transmisi, dukungan proyek, hingga operasional dan pemeliharaan.

"Pada 2026, arah pengelolaan aset ini difokuskan pada optimalisasi alat dan fasilitas melalui penyewaan, pabrikasi, workshop, dan kerja sama. Tujuannya agar menghasilkan pendapatan berulang dan memperkuat arus kas perusahaan, maka WKI selalu siap mendukung infrastruktur negeri sebagai Mitra Infrastruktur," tutur dia.

Pengembangan segmen EBT diawali lewat investasi pada anak usaha PT Waskita Sangir Energi yang telah didivestasi pada 2025, lalu dilanjutkan melalui PT Waskita Wado Energi. Pendekatan ini merupakan bagian dari arah strategis jangka panjang perusahaan secara terukur dan berbasis kemitraan.

"WKI akan melakukan pemulihan secara bertahap, harapan kami ke depan, agar WKI dapat tumbuh dengan cara yang sehat dan terukur serta berkelanjutan," kata Bambang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed