Wisata sejarah kelam Korea Selatan kurang diminati wisatawan asing
Korea Selatan mencatat lonjakan pariwisata asing, namun minat terhadap wisata sejarah kelam justru rendah, dilansir dari Detik Travel.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan mengungkapkan adanya kesenjangan signifikan jumlah pengunjung asing antara objek wisata sejarah kelam dengan destinasi lainnya. Wisata sejarah kelam merujuk pada kunjungan ke lokasi dengan latar belakang kelam, seperti perang, pembantaian, atau bencana.
Seodaemun Prison History Hall, salah satu situs sejarah kelam, hanya dikunjungi 1.433 wisatawan asing pada 2024. Sementara itu, Gyeongbokgung, objek wisata paling populer, menarik 2,78 juta pengunjung asing pada 2025 dan sekitar 2 juta pada 2024.
"Kami menawarkan 16 paket tur ke Penjara Seodaemun dan Pusat Interogasi Anti-Komunis Namyeong-dong setiap bulannya, namun separuhnya dibatalkan karena kurangnya peserta," ujar Park Ho-young, kepala Perencanaan Operasional Seoul di agen perjalanan Tourstory.
Penjara Seodaemun pernah digunakan untuk menahan aktivis kemerdekaan selama masa penjajahan Jepang (1910–1945) serta pejuang gerakan pro-demokrasi pascabebasan Korea. Sementara Pusat Interogasi Anti-Komunis Namyeong-dong dikenal sebagai fasilitas kejam yang dioperasikan rezim diktator militer Korea pada 1970-an dan 1980-an.
Para pelaku industri pariwisata menyebutkan situs-situs bersejarah kurang diminati akibat minimnya program yang mampu menarik minat pengunjung asing.
"Orang asing datang ke Korea karena tertarik pada budaya Korea," kata Seo Kyoung-duk, profesor di Universitas Wanita Sungshin.
Ia menambahkan wisatawan sebenarnya tertarik pada sejarah Korea, namun sering kurang mendapatkan informasi mengenai situs-situs bersejarah. Seo mendesak pemerintah daerah untuk mengembangkan program wisata sejarah kelam dan mempromosikannya melalui media sosial.
Oh Je-yeon, profesor madya di Universitas Sungkyunkwan, menekankan pentingnya pengembangan narasi menarik untuk memperluas jangkauan wisata sejarah kelam.
"Program-program tersebut sebaiknya menyajikan sejarah Korea dengan cara menarik dan mudah dipahami, bahkan bagi orang asing yang tidak memiliki pengetahuan dasar mengenai hal itu," ujar Oh.
Bandara Internasional Incheon mencatat 38,39 juta penumpang internasional pada semester pertama 2026, naik 6,3% dibandingkan periode sama tahun lalu. Ini merupakan pertama kalinya Incheon menempati peringkat bandara tersibuk dunia sejak dibuka pada 2001, mengungguli Bandara Heathrow dan Changi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow