XLSmart Perluas Jaringan 5G Hingga 101 Kota di Indonesia
Operator seluler XLSmart memperluas target jangkauan jaringan 5G dari 88 kota menjadi 101 kota hingga akhir tahun setelah memperoleh tambahan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dari Kementerian Komunikasi dan Digital, seperti dilansir dari Detik iNET pada Jumat (4/9/2026).
Tambahan amunisi tersebut didapatkan usai perusahaan memenangkan alokasi spektrum sebesar 30 MHz pada pita 700 MHz dan 50 MHz pada pita 2,6 GHz. Penguatan jaringan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas serta memastikan kualitas sinyal broadband lebih merata di kawasan perkotaan.
Pita 2,6 GHz kini menjadi tumpuan utama XLSmart dengan alokasi 50 MHz yang digabungkan bersama 40 MHz di pita 2,3 GHz. Integrasi tersebut membuat total kapasitas spektrum yang dikhususkan untuk memancar sinyal 5G mencapai 90 MHz di wilayah layanan.
Manajemen menegaskan keberadaan frekuensi baru bertujuan menyelaraskan kualitas cakupan sinyal agar tidak hanya terfokus pada titik-titik tertentu.
"Kita tidak hanya per titik 5G yang kemudian nyatakan sudah 5G. Tapi, betul-betul 4G dan 5G berada pada titik yang sama. Inilah yang akan kita selesaikan ke depan, sehingga kita harapkan pada akhir tahun ini 5G di Indonesia betul-betul sudah dinikmati oleh sebagian besar masyarakat," kata Merza Fachys, Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart.
Pengoperasian frekuensi 2,6 GHz telah resmi diaktifkan secara bertahap setelah mendapat izin operasional pada 5 Agustus 2026 dan tuntas di seluruh area layanan pada 22 Agustus 2026.
"Frekuensi 700 dan 2,6 GHz kita diberi dan bisa turn on pada 5 Agustus, selesai 22 Agustus. Semua daerah yang kita sudah luncurkan 5G, frekuensi 2,6 GHz sudah on," kata Shurish Subbramaniam, Direktur & Chief Technology Officer XLSmart.
Sementara itu, pita 700 MHz difokuskan untuk menopang jaringan 4G bersama dengan frekuensi 850 MHz, 1,8 GHz, dan 2,1 GHz guna melayani mayoritas pengguna.
"Jadi total 90 MHz dialokasikan ke 5G di kota-kota yang kita luncurkan. Untuk 700 MHz untuk mendukung 4G, juga 850 MHz, 1,8 GHz, 2,1 Ghz. Jadi, 4G still, kebanyakan pelanggan masih 4G," kata Shurish.
Kendala utama yang dihadapi perusahaan saat ini adalah keterbatasan dukungan perangkat telepon seluler pada frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang baru mencapai sekitar 60 persen.
"Tapi ada satu masalah yang masih kami kerjakan bersama pemerintah dan perangkat. Tidak seperti frekuensi 1.800 MHz atau 2,1 GHz, semua perangkat mendukung, tapi 700 MHz, 2,6 GHz perangkat ini hanya 60% perangkat mendukung. Jadi, kita tengah kerjasama dengan OEM, seperti Xiaomi, Oppo, Samsung, Apple, dan pemerintah untuk turn on," kata Shurish.
Langkah penyesuaian susunan spektrum juga disiapkan mengingat pita 900 MHz harus dikembalikan kepada pihak pemerintah di masa mendatang.
"Spektrum 900 MHz harus dikembalikan ke pemerintah. Jadi punya frekuensi 850 MHz, ya kalau pita yang paling rendah. Kita dukung pakai 850 MHz dengan 700 MHz (saat ini)," kata Shurish.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow