XLSmart Targetkan Layanan 5G Hadir di 101 Kota Hingga Akhir 2026
XLSmart memantapkan komitmen ekspansi dengan menaikkan target penggelaran jaringan 5G dari 88 kota menjadi 101 kota hingga akhir 2026. Operator seluler hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren ini menjamin konektivitas broadband generasi kelima tersebut tersedia secara menyeluruh di wilayah sasaran.
Penambahan jangkauan layanan secara masif ini direalisasikan usai perusahaan memenangkan lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Juli lalu. Seperti dilansir dari Detik iNET, persetujuan penggunaan spektrum baru tersebut langsung ditindaklanjuti dengan aktivasi pemancar.
"Tanggal 5 Agustus kita diberikan permission untuk turn on the new spectrum. Dalam waktu tiga minggu, semuanya sudah on 5G site. Makanya, semua masyarakat Indonesia bisa merasakan pengalaman 5G lebih cepat lagi, the real 5G and blanket 5G. Rencana kita di awalnya 88 kota, barusan kita setuju untuk memperluas 101 kota," ujar Direktur & Chief Technology Officer XLSmart Shurish Subbramaniam dalam agenda media gathering di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026).
Sejumlah daerah dipastikan mendapatkan akses sinyal 5G penuh sebelum pergantian tahun, termasuk wilayah Lombok dan Malang. Kehadiran jaringan ini dirancang tidak hanya berpusat di titik keramaian tertentu, melainkan menjangkau area perkotaan secara menyeluruh.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys menjelaskan bahwa target awal 88 kota sebenarnya sudah mampu mencakup sekitar 50% populasi Indonesia. Peningkatan target ke 101 kota dipastikan membuat cakupan penyerapan sinyal menjadi jauh lebih luas.
"Jangkauan yang dibangun oleh XLSmart bukan sekedar di tempat-tempat di mana ngumpul orang-orang, tapi satu kota penuh ada 5G. Di manapun kita berjalan di kota tersebut, kalau sudah kita nyatakan kota itu 5G, maka 5G kita sudah di mana-mana," tuturnya.
Merza turut menambahkan bahwa penyelarasan infrastruktur terus dilakukan demi menyetarakan kualitas jaringan broadband generasi keempat dan kelima di berbagai titik operasional.
"Betul-betul 4G dan 5G berada pada titik yang sama. Inilah yang kita selesaikan ke depan," ucapnya.
Guna menopang pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan, XLSmart mengalokasikan kenaikan panduan capitalized capex tahun 2026 dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun. Dana investasi ini dialokasikan untuk mengoperasikan lebih dari 265 ribu BTS, memperluas jangkauan 5G, serta mengoptimalkan penggunaan pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
Penguatan kapasitas jaringan difokuskan pada wilayah dengan pertumbuhan trafik data yang tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas konektivitas di daerah yang masih membutuhkan akses internet lebih memadai. Penetrasi infrastruktur ini diharapkan mampu mendorong pemerataan konektivitas bagi masyarakat umum maupun sektor usaha mikro.
"Dengan akses yang semakin luas, masyarakat dapat memanfaatkan layanan pendidikan, layanan publik, dan transaksi digital, sementara UMKM dapat memperluas pasar serta menciptakan peluang ekonomi baru," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow