Alasan Kanada Sebut Huruf Z Sebagai Zed Dibandingkan Amerika Serikat
Sebagian besar negara di dunia melafalkan huruf terakhir dalam alfabet sebagai zed. Namun, warga Amerika Serikat menjadi satu-satunya yang menyebutnya sebagai zee. Dilansir dari Detikcom, keunikan justru terlihat di Kanada yang lebih memilih pelafalan zed meskipun lokasinya bertetangga dengan Amerika Serikat.
Perbedaan ucapan ini sejatinya dipengaruhi oleh dinamika dialek setempat. Variasi bahasa Inggris memang berkembang sangat beragam di pelbagai wilayah. Perbedaan sejarah politik menjadi faktor utama yang memisahkan gaya berbahasa warga Kanada dari tetangganya.
Pengaruh Kekaisaran Inggris memegang peranan penting dalam membentuk pola kebahasaan di Kanada. Britania Raya secara konsisten mengunakan pelafalan zed untuk huruf terakhir tersebut. Kebiasaan ini kemudian meluas ke seluruh wilayah Persemakmuran Inggris, termasuk Australia, Afrika Selatan, hingga India.
Penyebaran yang masif dari pihak kerajaan menjadikan zed sebagai standar umum global. Kondisi ini menempatkan Amerika Serikat sebagai wilayah tersendiri yang menerapkan sebutan zee.
Latar Belakang Amerika Serikat Menggunakan Pelafalan Zee
Perubahan di Amerika Serikat dimotori oleh Noah Webster yang menyebut dirinya sebagai bapak bahasa bagi rakyat Amerika. Webster mempromosikan sebutan zee guna menegaskan kemerdekaan kultural dari pengaruh Kerajaan Inggris. Ia menerbitkan dua kamus bahasa Inggris Amerika pada rentang tahun 1800-an.
Langkah reformasi ejaan tersebut menghasilkan banyak perbedaan kosakata yang masih bertahan hingga kini, salah satunya penghapusan huruf u pada kata colour. Webster menegaskan pandangannya melalui sebuah tulisan esai.
"Amerika harus memiliki ciri khasnya sendiri yang berbeda dari seluruh dunia. Itulah kebijakan negara-negara lain, dan itulah yang harus menjadi kebijakan kita, sebelum negara-negara bagian dapat merdeka atau terhormat," tulis Noah Webster dalam esainya.
Perkembangan Penggunaan Huruf Z di Sekolah Kanada
Kamus buatan Noah Webster yang menetapkan sebutan zee awalnya sempat digunakan di sekolah-sekolah Kanada. Akan tetapi, kelompok loyalis Inggris mendesak agar wilayah tersebut tetap mempertahankan aturan bahasa Inggris UK. Langkah nyata diambil pada 1846 saat Kanada meresmikan Irish National Readers sebagai buku teks standar sekolah.
Buku berstandar Britania Raya tersebut diterapkan guna membiasakan para siswa dengan istilah khas Inggris. Tekanan agar sekolah mengajarkan pelafalan yang dinilai tepat juga sempat muncul dari warga.
"Para pengajar anak muda, yang ketika mengajar unsur-unsur bahasa Inggris, mengarahkan mereka untuk menyebut huruf itu ze, bukan zed, sedang mengajarkan kesalahan kepada mereka," bunyi surat kepada editor Kingston Herald yang dikutip dari CBC News.
Pergeseran Tren Pelafalan di Kanada
Meskipun standar pendidikan Inggris telah diterapkan, warga Kanada tidak sepenuhnya terisolasi dari pengaruh Amerika Serikat. Kehadiran sekitar 100.000 tentara Amerika Serikat di berbagai wilayah Kanada turut membawa dampak budaya.
Studi pada era 1970-an mencatat sebanyak 77 persen warga Kanada mempraktikkan pelafalan zed. Namun, sekitar 50 tahun berselang, proporsi orang dewasa di Kanada yang tetap melafalkan zed menyusut hingga tersisa sekitar separuhnya.
Fenomena menarik terlihat pada kelompok usia penduduk di negara tersebut. Warga Kanada yang berumur di atas 55 tahun tercatat jauh lebih sering menguncapkan zed ketimbang generasi yang masih duduk di bangku sekolah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow