Alex Eala Tersingkir dari US Open Usai Kalah dari Iva Jovic
Petenis Filipina Alexandra Eala harus mengakhiri perjalanannya di turnamen US Open 2026 usai menelan kekalahan dari wakil Amerika Serikat Iva Jovic pada babak ketiga tunggal putri di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, Sabtu (5/9/2026).
Hasil tersebut menggagalkan ambisi Eala untuk mengukir sejarah sebagai petenis Filipina kedua yang menembus babak 16 besar US Open sejak Felicismo Ampon melakukannya pada tahun 1952. Jika berhasil lolos, ia sejatinya dijadwalkan bertemu dengan Cristina Bucsa dari Spanyol atau unggulan keempat asal Amerika Serikat, Coco Gauff, di babak keempat.
Sebelum pertandingan berlangsung, laga ini menyedot perhatian luas termasuk dari mantan juara tenis dunia. Mantan petenis Amerika Serikat Andy Roddick sempat memprediksi sengitnya persaingan antara dua talenta muda tersebut.
"Babak ketiga yang sudah saya tandai di sektor putri. Siapkan popcorn Anda. Dua bintang masa depan dan masa kini: Eala dan Jovic," kata Roddick.
Roddick menilai besarnya basis pendukung Eala dapat mengubah atmosfer pertandingan di New York.
"Saya berharap mereka menempatkan laga ini di Ashe. Ini bisa menjadi pertandingan tandang bagi Jovic meskipun di Amerika dengan adanya fenomena Eala-mania," ujar Roddick.
Dukungan senada mengenai kapasitas Eala dalam menarik perhatian penonton juga disampaikan mantan semifinalis Wimbledon John Isner. Ia menegaskan bahwa laga tersebut sangat layak digelar di stadion utama Arthur Ashe Stadium yang telah berdiri sejak 1997.
"Jovic-Eala bagi saya... itu sangat beraroma Stadion Arthur Ashe. Dia bermain setelah (Gael) Monfils malam itu. Penonton penuh sesak; tidak masalah di mana pun dia bermain," kata Isner.
Isner menambahkan bahwa daya tarik Eala berdampak langsung pada penjualan tiket pertandingan yang melonjak tajam di berbagai turnamen.
"Harga tiket melonjak lebih dari 134 persen untuk pertandingan-pertandingannya. Ini agak gila. Dia benar-benar (menggerakkan antusiasme)," ujar Isner.
Mantan petenis peringkat delapan dunia itu menilai kepopuleran Eala telah melintasi berbagai negara.
"Dia hanya memilikinya. Publik ingin melihatnya. Baik Anda bermain di Washington, baik Anda bermain di Toronto, baik Anda bermain di Asia, baik Anda bermain di New York, semua orang ingin melihatnya," kata Isner.
Kekalahan dari Jovic di babak ketiga ini memastikan langkah Eala terhenti lebih awal di Flushing Meadows.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow