Ammar Zoni Jalani Hukuman di Lapas High Risk Nusakambangan
Aktor Ammar Zoni resmi dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) High Risk Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, sejak Sabtu (9/5/2026) setelah kasus hukumnya dinyatakan berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Pemindahan ini dilakukan usai majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara dan denda Rp1 miliar atas kasus peredaran narkoba.
Pihak keluarga melalui sang adik, Aditya Zoni, mengungkapkan kondisi terkini sang kakak yang harus mendekam di sel satu orang demi satu kamar (one man one cell) akibat status keamanan tingkat tinggi tersebut. Ammar Zoni kini mengisi waktu di dalam tahanan dengan memperdalam ilmu agama serta membaca buku sejarah Islam, Al-Qur'an, dan novel.
"Banyak buku-buku ini ya sejarah-sejarah Islam," beber Aditya dalam tayangan YouTube Trans TV Official pada Minggu (24/5/2026).
Keluarga saat ini tengah menunggu hasil asesmen agar status keamanan Ammar Zoni dapat diturunkan sehingga ia bisa lebih leluasa beraktivitas atau dipindahkan kembali ke Jakarta. Aditya menyatakan bahwa kakaknya mengalami tekanan mental karena karakternya yang tidak terbiasa menyendiri.
"Ada Al-Qur'an juga, dia lagi senang-senangnya sama buku novel," ujar Aditya.
Menurut Aditya, penempatan kakaknya di pulau penjara tersebut merupakan hal yang memprihatinkan bagi keluarga. Ammar Zoni menjadi figur publik yang harus menghadapi konsekuensi penahanan super ketat setelah diduga terlibat mengedarkan narkoba di Rutan Salemba, Jakarta, saat menjalani masa tahanan kasus ketiganya.
"Sebetulnya kalau di Nusa Kambangan pun memang ada kegiatan juga api kan karena Bang Ammar lagi status high risk jadi belum bisa turun. Makanya kita lagi nunggu assesment supaya dia turun bisa leluasa lah," terang Aditya.
Tekanan dari narapidana lain dipastikan tidak ada karena Ammar Zoni menempati kamar sel isolasi secara mandiri. Meski begitu, pihak keluarga merasa sedih dengan predikat yang kini melekat pada sang aktor di mata publik dan penggemar.
"Yang aku tahu ya abang aku itu tipe orangnya itu dia nggak bisa sendiri, dia tuh kalau mau jalan kemana harus rame-rame," kata Aditya.
Aditya juga menceritakan momen ketika dua anak Ammar Zoni, Air dan Amala, menanyakan keberadaan ayah mereka. Demi menjaga kondisi psikologis anak-anak yang masih kecil, Aditya memilih untuk memberikan jawaban sederhana.
"Kalau tekanan dari napi-napi lain sih enggak ya, karena kan dia sendiri," lanjut Aditya.
Upaya hukum luar biasa berupa Peninjauan Kembali (PK) kini sedang dipersiapkan oleh kuasa hukum baru Ammar Zoni, Krisna Murti, demi meringankan masa hukuman. Di sisi lain, tim medis yang mendampingi Ammar Zoni turut menyoroti kondisi psikologis sang artis selama berada di fasilitas berkeamanan tinggi tersebut.
"Ya sedih banget, teman-teman semua juga pada lihat ya kan maksudnya bagaimana Bang Ammar dulu."
Aditya menambahkan bahwa situasi ini menjadi tantangan berat yang dihadapi keluarga secara internal. Anggota keluarga terus berusaha saling mendukung dan menjadi penghubung yang baik bagi anak-anak Ammar Zoni.
"Sesosok Amar Zoni sekarang dipredikat sebagai satu-satunya mungkin satu-satunya artis di Indonesia yang pernah masuk Nusakambangan."
Pihak keluarga berupaya memberikan pemahaman yang aman tanpa menimbulkan trauma pada anak-anak. Hingga saat ini, komunikasi internal keluarga terus berjalan untuk menjaga mentalitas anak-anak di masa pertumbuhan mereka.
"Jadi itu bukan sesuatu yang dibanggakan, itu malah sesuatu yang sangat-sangat memalukan bagi kami, keluarganya juga, bagi fans-fansnya segala macam," tuturnya.
Aditya mengaku kebingungan saat menghadapi pertanyaan dari keponakannya tersebut. Jawaban mengenai alasan perkuliahan menjadi pilihan sementara agar anak-anak tidak terbebani oleh kenyataan hukum yang dihadapi ayah mereka.
"Kalau dari aku lagi kuliah," jelas Aditya.
Sementara itu, dr. Kamelia selaku pihak medis mengekspresikan kekecewaan mendalam atas pemindahan fisik Ammar Zoni ke Nusakambangan. Menurutnya, sang artis tidak memberikan ancaman atau membahayakan pihak mana pun sehingga penempatan di lapas high risk dinilai kurang tepat.
"Bang Amar bilang ya sudah, itu konsekuensi aku," kata dr. Kamelia menirukan ucapan Ammar Zoni.
Menurut dr. Kamelia, Ammar Zoni sedang mengupayakan permohonan agar bisa segera dikembalikan ke fasilitas tahanan di ibu kota akibat trauma psikologis yang dialaminya. Kehadiran lingkungan yang kondusif dan dukungan orang terdekat dianggap sangat penting untuk proses pemulihan mental sang aktor.
"Dia minta berusaha untuk cepat dibalikin lagi ke Jakarta karena katanya trauma," ujar dr. Kamelia.
Ammar Zoni membutuhkan ruang aman untuk membagikan beban pikiran serta keluh kesahnya sehari-hari selama menjalani masa penahanan. Pihak kuasa hukum kini fokus pada persiapan dokumen pendaftaran Peninjauan Kembali ke pengadilan.
"Bang Amar ini emang butuh support, butuh orang yang mendengar cerita semuanya tentang keluh kesahnya dia," pungkas dr. Kamelia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow