Analis Proyeksikan IHSG Berpotensi Melemah Efek Aksi Demonstrasi
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak bervariasi cenderung melemah pada Kamis (27/8/2026) akibat sikap kewaspadaan investor dalam mengantisipasi dinamika aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta.
Proyeksi pergerakan pasar saham ini mengemuka setelah pada sesi perdagangan sebelumnya IHSG terkoreksi 1,48 persen menuju level 6.405, yang dipicu aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, BRPT, dan AMMN, berbarengan dengan pelemahan tipis nilai tukar Rupiah ke posisi Rp17.712 per Dolar AS.
Pengamatan terhadap potensi dinamika pergerakan indeks harian tersebut disampaikan langsung oleh pihak sekuritas dalam laporan riset terbarunya.
"Kami memproyeksikan IHSG bergerak mixed cenderung melemah dengan support 6.340–6.300 dan resistance 6.455–6.550," kata Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda.
Kondisi stabilitas keamanan di lapangan dinilai bakal menjadi fokus perhatian utama para pelaku pasar, di mana situasi yang tetap kondusif berpotensi meredam tekanan koreksi menjadi bersifat sementara saja.
"Penguatan pengawasan lalu lintas devisa ini diperlukan untuk mengoptimalkan pengelolaan data serta menjaga kedaulatan ekonomi nasional," kata Phintraco Sekuritas.
Lembaga analisis Phintraco Sekuritas sendiri memperkirakan rentang pergerakan IHSG berada pada kisaran 6.350 hingga 6.455. Perhatian investor juga terbagi pada kebijakan Bank Indonesia dalam memperkuat sistem pengawasan devisa berbasis teknologi guna mengatasi kompleksitas transaksi lintas negara dan potensi praktek under-invoicing ekspor, di samping rencana pemerintah mengalokasikan anggaran KIP Kuliah 2027 sebesar Rp15,37 triliun sebagai bentuk stimulus pendorong daya beli.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow