Anthropic Tuduh Perusahaan AI China Pakai Claude Latih Model Rival

Smallest Font
Largest Font

Dugaan operasi eksploitasi besar-besaran terhadap platform kecerdasan buatan Claude terungkap melalui temuan terbaru Anthropic. Perusahaan teknologi tersebut menuding sejumlah pengembang AI asal China memanfaatkan akses ilegal untuk meningkatkan kemampuan model riset milik mereka sendiri, dilansir dari Detik iNET. Skema pengumpulan data secara melanggar hukum ini dikenal sebagai istilah illicit distillation.

Praktik tersebut dilakukan dengan mengekstrak keluaran dari sistem AI yang lebih canggih guna melatih dan mempercepat pengembangan sistem milik kompetitor secara ringkas. Alibaba ditengarai mengendalikan aktivitas terbesar dalam laporan ancaman keamanan tersebut. Anthropic mengklaim ada lebih dari 151 juta interaksi buatan yang diarahkan secara khusus untuk menyokong performa model AI Qwen.

Nama-nama besar lain di industri teknologi China seperti DeepSeek, Moonshot AI, hingga Xiaomi turut masuk dalam daftar investigasi. Perusahaan-perusahaan ini diduga menyalurkan lalu lintas percakapan pengguna ke sistem Claude demi memanen data pelatihan skala masif.

Laporan keamanan terbaru ini mencatatkan lonjakan aktivitas yang signifikan jika dibandingkan data awal. Pada Februari 2026, Anthropic hanya mendeteksi sekitar 16 juta pertukaran data yang melibatkan DeepSeek, Moonshot, serta MiniMax melalui 24.000 akun palsu. Pihak Anthropic menegaskan bahwa seluruh temuan ini murni hasil investigasi internal dan belum dikonfirmasi melalui pengujian independen. Hingga saat ini belum ada pembuktian secara hukum mengenai tuduhan pencurian teknologi terhadap pihak Alibaba maupun entitas lain yang terseret.

Laporan Anthropic turut membeberkan peningkatan keterlibatan kecerdasan buatan dalam aksi peretasan siber. Kelompok peretas asal Rusia dan China dilaporkan mulai mengeksploitasi fitur Claude untuk mengeksekusi berbagai tahap serangan siber. Sistem AI tersebut dipakai untuk menyusun skema phishing, mengumpulkan data intelijen target, hingga merancang pembaruan kode malware agar tidak terdeteksi. Anthropic menilai peran peretas manusia kini bergeser menjadi pengawas, sementara tugas teknis mulai dijalankan secara otomatis oleh AI.

Isu ini mengemuka dua hari setelah otoritas Amerika Serikat menuduh enam entitas AI China memanfaatkan teknik distillation terhadap model OpenAI, Google, SpaceX, dan Anthropic. Pemerintah China membantah tudingan itu dan menegaskan bahwa distillation merupakan metode pembelajaran mesin yang tergolong netral serta lazim di ranah global.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed