Arab Saudi Ancam Respon Serangan Houthi yang Lukai 73 Orang
Arab Saudi mengancam akan menggunakan semua cara untuk membela diri setelah serangan kelompok Houthi yang melukai 73 orang dan memicu kebakaran di fasilitas minyak di selatan Kerajaan pada Selasa (8/9/2026), menurut Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan.
Serangan tersebut dilakukan oleh Houthi menggunakan drone dan rudal yang menargetkan pangkalan udara Khamis Mushait serta aset perusahaan minyak negara Saudi Aramco di Abha, Najran, dan Jazan, memicu kepulan asap hitam dan putih di lokasi kilang minyak, demikian dilaporkan oleh NASA dan Reuters.
Pangeran Faisal menegaskan Arab Saudi tidak akan ragu membela kepentingannya dan menanggapi serangan tersebut dengan semua cara yang tersedia, meski tetap membuka pintu bagi solusi diplomatik terhadap kelompok pemberontak Houthi di Yaman.
"Kerajaan Saudi akan menggunakan semua cara yang ada untuk melindungi kepentingannya dan membela diri terhadap serangan," ujar Pangeran Faisal, yang juga memperingatkan konsekuensi serius yang tidak dapat ditanggung oleh Houthi akibat eskalasi tersebut.
Dia menambahkan bahwa Houthi kerap menggunakan kekerasan saat berada dalam posisi sulit dan lebih memilih menimbulkan penderitaan pada rakyat Yaman daripada berpartisipasi dalam proses politik yang bertanggung jawab.
Pangeran Faisal juga menyatakan bahwa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional telah memberikan peluang negosiasi, namun Houthi memprioritaskan kepentingan sendiri di atas kepentingan rakyat Yaman.
Serangan Houthi ini terjadi di tengah peningkatan ketegangan di Timur Tengah, yang melibatkan serangan AS terhadap kapal tanker Iran sebagai balasan atas upaya Iran menyerang kapal perang AS. IRGC Iran memperingatkan akan menyerang kapal tanker di pelabuhan Kuwait dan Bahrain.
Konflik ini memicu lonjakan harga minyak dunia yang mendekati US$100 per barel. Harga Brent Crude sempat mencapai US$99 per barel dan WTI mencapai US$93,03, tertinggi dalam enam pekan terakhir, menurut data pasar pada Selasa (8/9/2026).
Lonjakan harga minyak ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global dan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC 15-16 September dengan peluang sekitar 60%, menurut CME FedWatch.
Di sisi lain, pasar domestik Indonesia menunjukkan ketahanan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 1,01% ke posisi 6.686,44 dan penguatan rupiah 0,23% ke Rp17.593,9 per dolar AS pada perdagangan Selasa, didukung oleh net buy asing dan penguatan harga komoditas, menurut Bareksa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow