Netanyahu Klaim Iran di Ambang Keruntuhan Saat Kunjungi Suriah

Smallest Font
Largest Font

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan rezim Iran berada di ambang keruntuhan saat mengunjungi pasukan Israel di perbatasan Suriah pada 9 September 2026, di sisi Gunung Hermon yang berbatasan dengan Suriah.

Netanyahu didampingi Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, saat menyampaikan bahwa masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, dengan tujuan utama menjatuhkan rezim teror di Iran.

"Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan. Tugas utamanya adalah menjatuhkan rezim teror di Iran. Kami sangat dekat dengan itu," ujar Netanyahu.

Dia juga yakin kelompok-kelompok yang menjadi bagian jaringan Iran di Timur Tengah akan runtuh.

"Kami tahu seluruh poros itu pada akhirnya akan runtuh," kata Netanyahu.

Pasukan Israel telah ditempatkan di zona keamanan di selatan Suriah sejak jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024, menggantikan zona penyangga yang dipatroli PBB dan memisahkan wilayah Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel sejak 1974.

Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan tentara teroris membangun posisi di perbatasan mereka.

"Kami tidak akan membiarkan tentara teroris mana pun membangun dirinya di perbatasan kami," kata Netanyahu.

Israel telah melancarkan ratusan serangan udara dan operasi masuk ke wilayah Suriah sejak rezim Assad tumbang, dengan tujuan mempertahankan keberadaan di zona keamanan dan memperluas wilayah demiliterisasi.

Di sisi lain, ketegangan di kawasan meningkat dengan peringatan keras dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran kepada Amerika Serikat dan Israel. IRGC menyatakan memiliki opsi untuk memberikan kejutan militer baru jika agresi berlanjut.

Brigadir Jenderal Ramezan Sharif menyatakan respons Iran berpotensi mengubah dinamika strategis di Timur Tengah.

Iran juga mengklaim telah menyita drone bawah laut milik AS di Selat Hormuz, yang dianggap sebagai keberhasilan intelijen dan pengawasan militer.

Selain itu, anggota parlemen Iran Kamran Ghazanfari memperingatkan kawasan Timur Tengah berada di ambang Perang Dunia III karena eskalasi konflik. Parlemen Iran mempertimbangkan kembali rencana keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) sebagai respons terhadap tekanan AS dan Israel.

Ghazanfari menyebut AS dan Israel berencana operasi militer merebut pulau-pulau di selatan Iran dan membawa banyak pasukan ke kawasan tersebut.

"Bukti dan tanda-tanda menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel sedang merencanakan operasi berskala besar. Mereka kemungkinan berniat untuk merebut beberapa pulau kami di selatan dan telah membawa banyak pasukan serta peralatan ke kawasan tersebut," ujar Ghazanfari.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed