AS Tetapkan Bea Masuk Tinggi untuk Panel Surya dari India, Indonesia, dan Laos
Departemen Perdagangan Amerika Serikat menetapkan bea masuk tinggi terhadap impor sel dan panel surya dari India, Indonesia, dan Laos karena dianggap menjual produk dengan harga tidak wajar di pasar AS, Sabtu, 12 September 2026.
Menurut dilansir dari Detik Finance, margin antidumping yang dikenakan adalah 123,04% untuk produsen India, 94,36% untuk Indonesia, dan 65,43% untuk Laos. Selain itu, bea imbalan atau countervailing duty dikenakan sebesar 126,09% untuk India, 73,2% sampai 173,7% untuk Indonesia, dan 82,03% sampai 153,67% untuk Laos.
Countervailing duty merupakan bea tambahan yang diberlakukan untuk mengimbangi subsidi pemerintah negara asal kepada produsen sel surya, yang dinilai memberikan keuntungan tidak adil bagi produsen negara tersebut.
Penyelidikan ini diajukan oleh Alliance for American Solar Manufacturing and Trade, yang anggotanya meliputi sejumlah produsen panel surya AS, seperti First Solar, Hanwha Qcells, dan Mission Solar Energy.
"Keputusan final pada Jumat ini merupakan langkah penting untuk menegakkan aturan perdagangan kami dan memulihkan persaingan yang adil bagi produsen panel surya AS dan para pekerja yang mereka pekerjakan," ujar Tim Brightbill, pengacara utama Alliance.
Tim Brightbill menambahkan, "Kami akan terus memantau data impor dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang melakukan pelanggaran, ke mana pun mereka berpindah selanjutnya."
Komisi Perdagangan Internasional AS (USITC) dijadwalkan mengambil keputusan final pada 14 Oktober mengenai apakah impor tersebut secara material merugikan atau mengancam industri dalam negeri AS.
Jika USITC menyatakan ada kerugian, Departemen Perdagangan AS diperkirakan akan mengeluarkan perintah pengenaan bea final pada November. Kasus ini merupakan kelanjutan dari sengketa perdagangan panel surya yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Sejak 2012, AS telah mengenakan bea antidumping dan antisubsidi terhadap produk panel surya dari China, yang kemudian mendorong produsen China memindahkan produksinya ke negara-negara Asia lainnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow