ASSI dan ASIOTI Integrasikan Satelit dan Perangkat IoT di BATIC 2026
Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) dan Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam forum internasional BATIC 2026 untuk mengintegrasikan teknologi satelit dengan perangkat Internet of Things (IoT), sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Kolaborasi ini bertujuan memperluas jaringan konektivitas digital ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Integrasi infrastruktur satelit dan perangkat IoT tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan sektor maritim, pertanian, dan logistik. Kerja sama strategis ini memfokuskan pada tiga pilar utama, yaitu interoperabilitas, keamanan siber, dan pengembangan talenta melalui inkubasi bersama.
Dewan Pengawas ASSI Budi Satria Dharma Purba menjelaskan bahwa teknologi satelit kini memegang peran kunci sebagai infrastruktur utama ekspansi ekonomi digital di daerah terpencil.
"Selama ini ekspansi industri terkendala oleh mahalnya pembangunan infrastruktur kabel optik atau seluler di wilayah remote. Dengan mengintegrasikan jaringan satelit, perangkat IoT di sektor perkebunan, pertambangan, hingga maritim dapat mengirimkan data secara real-time tanpa batasan wilayah," ujar Budi Satria.
Ia menambahkan bahwa langkah ini berpotensi meratakan pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mencetak sumber daya manusia berkeahlian konvergensi dirgantara.
"Ini bukan sekadar proyek teknologi, tapi strategi besar untuk meratakan roda ekonomi nasional secara inklusif sekaligus mencetak talenta lokal yang siap menghadapi konvergensi dirgantara," ucap Budi Satria menambahkan.
Mengenai aspek interoperabilitas teknis, Budi menegaskan bahwa integrasi jaringan difokuskan untuk memudahkan perangkat lokal agar bisa langsung beroperasi di area yang belum terjangkau sinyal darat.
"Bagi kami, interoperabilitas bukan sekadar urusan teknis menyambungkan protokol data, melainkan bagaimana kita meruntuhkan sekat-sekat industri. Kami ingin memastikan perangkat IoT apa pun yang dibuat anak bangsa bisa langsung 'bernapas' begitu dilepas di wilayah terpencil berkat dukungan satelit," paparnya Budi Satria.
Terkait keberlanjutan sektor ini, ASSI menekankan pentingnya menyiapkan insinyur lokal yang mampu menguasai integrasi teknologi antariksa dan terestrial secara berkesinambungan.
"Infrastruktur paling canggih di dunia pun akan mandek jika tidak dioperasikan oleh tangan-tangan yang tepat. Melalui program pembinaan talenta lintas disiplin ini, kita sedang menyiapkan generasi insinyur masa depan yang fasih berbicara tentang teknologi luar angkasa sekaligus cerdas merancang solusi di bumi," kata Budi Satria.
Dari pihak lain, Ketua Umum ASIOTI Faizal Rochmad Djoemadi menyoroti tingginya permintaan industri terhadap solusi otomatisasi yang membutuhkan konektivitas stabil di seluruh wilayah.
"Pasar menuntut solusi end-to-end yang efisien dan andal. Kolaborasi ini menjembatani kreativitas industri perangkat IoT lokal dengan keandalan infrastruktur satelit global. Melalui proyek percontohan komersial bersama (joint pilot projects), kita tidak hanya menguji ketahanan teknologi, tetapi juga memastikan lahirnya talenta digital lintas disiplin yang mampu memimpin inovasi mandiri di dalam negeri," jelas Faizal Rochmad Djoemadi.
Faizal juga menekankan bahwa pilar keamanan siber dalam kerja sama ini krusial untuk menjaga kedaulatan data nasional yang dikirimkan perangkat IoT di lapangan.
"Kedaulatan data adalah marwah industri kita. Sinergi ini memastikan bahwa ekspansi teknologi yang masif tetap berjalan beriringan dengan kepatuhan mutlak terhadap standar keamanan privasi dan integritas data pengguna," ucap Faizal Rochmad Djoemadi.
Sebagai penutup, ASIOTI meyakini bahwa program alih pengetahuan yang dijalankan bersama ASSI akan memperkuat kemandirian inovasi industri 4.0 di Indonesia.
"Inilah esensi investasi jangka panjang yang paling berharga. Kita ingin anak-anak muda kita tidak hanya menjadi penonton atau pengguna teknologi asing, melainkan menjadi arsitek utama yang memimpin kemandirian teknologi nasional di era konvergensi industri 4.0," pungkas Faizal Rochmad Djoemadi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow