Telin Jalin 4 Kemitraan Strategis di BATIC 2026 untuk Perluas Ekosistem Digital Global

Smallest Font
Largest Font

PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) mengumumkan empat kemitraan strategis baru dalam ajang Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026, dilansir dari Detik iNET. Langkah ini bertujuan untuk memperluas jejak ekosistem digital TelkomGroup di tingkat global.

Kerja sama tersebut meliputi penandatanganan Letter of Intent (LOI) dengan PEACE Cable International Network Co., Limited. Telin juga menandatangani Open API & Open Digital Architecture (ODA) Manifesto bersama TM Forum. Selain itu, dua Memorandum of Understanding (MoU) dijalin dengan SM+ dan PT Graha Telekomunikasi Indonesia (GTI).

Fokus utama dari kolaborasi ini adalah pengembangan kapasitas konektivitas internasional serta penerapan standar arsitektur digital terbuka. CEO Telin, Abdul Rahman Ansyori, menekankan bahwa pembangunan kapabilitas global saat ini tidak hanya tentang perluasan jaringan, tetapi juga integrasi berbagai teknologi, platform, dan pemain dalam ekosistem.

"Empat kerja sama yang terjalin di BATIC 2026 merefleksikan pendekatan tersebut," ujar Abdul Rahman dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8/2026).

Salah satu kerja sama yang menonjol adalah dengan PEACE Cable, yang ditargetkan dapat menambah sumber daya konektivitas Telin hingga 1,4 Terabit per second (Tbps). Ekspansi ini mencakup dark spectrum resources pada rute strategis yang menghubungkan Asia, Afrika, dan Eropa, dengan kapasitas end-to-end untuk memperkuat konektivitas di Mesir dan Prancis.

Telin juga mengambil langkah progresif dalam transformasi digital dengan menandatangani manifesto bersama TM Forum. Chief of Product Telin, Azmal Yahya, menyatakan bahwa adopsi Open Digital Architecture dan Open APIs merupakan langkah penting dalam perjalanan transformasi perusahaan.

"Hal ini juga menegaskan Teliners sebagai bagian dari komunitas inovasi terbaik dunia yang didukung oleh TM Forum," tutur Azmal.

Chief Technology Officer TM Forum, George Glass, memuji komitmen Telin terhadap inovasi berbasis agile. "Standar yang terbuka dan interoperable sangat penting untuk mempercepat inovasi, menyederhanakan integrasi, dan membuka peluang kolaborasi baru dalam ekosistem global," kata George.

Di sisi lain, kolaborasi dengan SM+ akan berfokus pada integrasi jaringan konektivitas dengan solusi data center colocation. Sementara kemitraan dengan GTI diarahkan untuk mengeksplorasi kapasitas fiber pair pada sistem kabel BSCS. Seluruh inisiatif ini mempertegas komitmen TelkomGroup dalam menjawab lonjakan kebutuhan infrastruktur digital internasional secara komprehensif.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed