Banjir Bandang Nepal Memicu Kemunculan Ikan Tak Biasa di Bihar
Aliran air banjir bandang akibat runtuhnya gletser di Nepal menyeret berbagai jenis ikan tak biasa hingga ke wilayah negara bagian Bihar, India, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Selasa (8/9/2026). Fenomena ini mendorong pemerintah Bihar mengeluarkan imbauan resmi melarang warga memperjualbelikan maupun mengonsumsi ikan yang belum teridentifikasi.
Material banjir yang mengalir dari Sungai Trishuli di Nepal menuju Sungai Gandak dan Kosi tidak hanya membawa lumpur serta puing-puing, tetapi juga mengangkut berbagai fauna yang asing bagi ekosistem lokal. Selain spesies ikan raksasa, arus deras tersebut dilaporkan turut menyeret bangkai hewan hingga jenazah manusia ke kawasan pemukiman warga.
Kemunculan tangkapan misterius tersebut langsung memicu gangguan kesehatan pada sejumlah warga yang nekat mengonsumsinya. Menyanggapi laporan adanya warga yang jatuh sakit, Departemen Peternakan, Perikanan, dan Sumber Daya Hewan Bihar mengambil langkah antisipasi untuk mencegah dampak racun atau kontaminasi lanjutan.
"Tanpa identifikasi atau konfirmasi dari instansi terkait, ikan yang tidak dikenal atau tidak biasa tidak boleh dikonsumsi," demikian bunyi peringatan resmi pemerintah Bihar.
Imbauan tersebut diperkuat oleh kepolisian Nepal yang mengingatkan bahwa banjir dapat membawa ikan dari habitat aslinya melewati wilayah berpolusi. Selama terbawa arus, ikan-ikan tersebut berpotensi terpapar limbah cair, bangkai, dan kontaminasi zat berbahaya yang berisiko tinggi bagi kesehatan.
Laporan kemunculan ikan berukuran tidak wajar marak terjadi di beberapa distrik seperti West Champaran, East Champaran, Gopalganj, Bagaha, dan Saran. Para nelayan setempat mengaku terkejut dengan perubahan drastis pada hasil tangkapan harian mereka di sungai.
"Beberapa ikan yang aneh dan tidak biasa terlihat di arus deras sungai-sungai Bihar setelah banjir bandang di Nepal. Kami sangat jarang melihat ikan seperti ini dalam tangkapan sehari-hari. Sebagian besar mati setelah ditangkap," kata Chhatu Sahani, seorang nelayan di Gopalganj.
Perubahan ukuran tangkapan juga dikonfirmasi oleh nelayan lain yang mendapati ikan berbobot jauh di atas rata-rata dari aliran sungai.
"Saat ini kami menangkap ikan dengan berat 27 hingga 38 kilogram, bahkan ada yang mencapai 40 hingga 45 kilogram," kata Vinod Nishad, nelayan dari Saharsa.
Vinod menambahkan bahwa beberapa jenis ikan yang berhasil diidentifikasi antara lain spesies barali, goita, dan rohu. Berdasarkan analisis ahli lingkungan, sebagian besar ikan raksasa yang terbawa arus tersebut merupakan spesies berhabitat di air deras.
Direktur Wildlife Trust of India, Sameer Kumar Sinha, mengidentifikasi sebagian besar tangkapan di Sungai Gandak sebagai spesies Bagarius bagarius atau goonch catfish, yang lokal dikenal sebagai "gochita". Spesies ini termasuk hewan terancam punah dalam daftar IUCN dan sangat cepat membusuk setelah mati, sehingga sangat berbahaya jika dikonsumsi sembarangan.
Selain masalah kontaminasi ikan, banjir bandang juga membawa ancaman krisis sanitasi di sepanjang aliran sungai. Puing bangunan, tabung gas, hingga material proyek yang terbawa arus diprediksi memicu pencemaran air bersih dalam skala besar.
Ancaman wabah penyakit seperti kolera, diare, tifus, hingga hepatitis A dan E kini mengintai warga yang terpapar air tercemar. Tim medis mengimbau masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala keracunan, muntah, atau gangguan pernapasan usai mengonsumsi ikan banjir.
"Penyakit yang muncul akibat air tercemar merupakan ancaman serius bagi keselamatan masyarakat," kata Dokter PV Singh dari Rumah Sakit LNJP Bihar.
Pemerintah setempat meminta warga segera melaporkan setiap temuan spesies ikan yang asing kepada petugas perikanan guna proses identifikasi dan penelitian lebih lanjut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow