Banjir Nepal Seret Ikan Misterius ke Bihar India Warga Jatuh Sakit
Pemerintah Negara Bagian Bihar, India, melarang warga menangkap, membeli, menjual, dan mengonsumsi ikan misterius yang bermunculan di aliran air banjir dari Nepal sejak pekan lalu. Langkah ini diambil usai sejumlah warga jatuh sakit akibat mengonsumsi ikan yang diduga telah terkontaminasi bahan berbahaya tersebut.
Luapan air dari Sungai Lhende dan Sungai Trishuli di Nepal mengalir deras menuju sistem Sungai Gandak, Ganga, dan Kosi di Bihar. Arus banjir membawa material lumpur, limbah, bangkai hewan, hingga ikan berukuran tidak biasa ke kawasan West Champaran, East Champaran, Gopalganj, Bagaha, Saran, dan Saharsa.
Para nelayan di kawasan pesisir melaporkan adanya lonjakan bobot tangkapan yang sangat signifikan dan berbeda dari biasanya. Sebagian besar ikan yang terdampar langsung mati sesaat setelah tersapu arus deras ke jaring warga.
"Kami sangat jarang melihat ikan seperti ini dalam tangkapan normal kami. Sebagian besar mati setelah ditangkap," kata Chhatu Sahani, nelayan di Mangalpur ghat, Gopalganj.
Ikan-ikan yang terbawa arus diketahui memiliki berat hingga puluhan kilogram. Kondisi ini membuat para nelayan lokal terkejut karena wujudnya yang asing.
"Akhir-akhir ini, kami menangkap ikan dengan berat 27 hingga 38 kilogram, bahkan ada yang mencapai 40 hingga 45 kilogram," kata Vinod Nishad, nelayan di Saharsa.
Merespons fenomena ini, Departemen Peternakan, Perikanan, dan Sumber Daya Hewan Bihar mendesak masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai keamanan ikan hasil tangkapan banjir. Pemerintah meminta warga menunggu konfirmasi resmi dari otoritas perikanan setempat.
"Tanpa identitas atau konfirmasi dari departemen terkait, ikan yang tidak dikenal atau mencurigakan tidak boleh dikonsumsi," bunyi imbauan publik dari Departemen Peternakan, Perikanan, dan Sumber Daya Hewan Bihar.
Otoritas perikanan menegaskan bahwa risiko utama terletak pada paparan kontaminan selama perjalanan jauh dari habitat aslinya. Air banjir yang melewati kawasan permukiman bercampur dengan limbah kotoran dan racun ekosistem.
"Tanpa identifikasi atau konfirmasi dari departemen terkait, ikan yang tidak dikenal atau tidak biasa tidak boleh dikonsumsi," bunyi imbauan dari Departemen Sumber Daya Susu, Ikan dan Hewan Bihar.
Pemerintah setempat terus mengingatkan warga untuk segera melaporkan temuan spesies asing dan membatasi konsumsi hingga aliran air kembali stabil.
"Jangan mengonsumsi ikan apa pun yang tidak teridentifikasi atau terlihat aneh. Hingga ada konfirmasi dari departemen terkait, ikan yang tidak dikenal tidak boleh dianggap layak untuk dikonsumsi," lanjut imbauan resmi dari otoritas perikanan Bihar.
Pakar ekologi menilai mayoritas ikan raksasa tersebut merupakan Bagarius bagarius atau lele goonch (Gochita). Habitat asli spesies predator terancam punah ini berada di sungai berarus deras pegunungan Nepal dan India.
"Spesies ini merupakan lele air tawar berukuran besar yang hidup di sungai-sungai berarus deras di India, Nepal, dan sebagian Asia Tenggara. Predator karnivora ini memangsa ikan kecil serta kepiting, dan sering bersembunyi di antara bebatuan di celah air dalam berarus kuat," kata Sameer Kumar Sinha, Direktur Wildlife Trust of India.
Ia juga memperingatkan bahwa kualitas daging lele goonch dapat memburuk dengan sangat cepat setelah mati sehingga berbahaya bagi tubuh manusia.
"Ikan ini membusuk dengan sangat cepat setelah mati dan dapat menimbulkan risiko kesehatan jika dimakan setelah mengalami penurunan kualitas," tambah Sameer Kumar Sinha.
Dari sisi medis, kontaminasi kuman dan polutan berbahaya menjadi ancaman utama yang dapat memicu gangguan pencernaan akut.
"Kekhawatiran bukan pada ikan sebagai makanan, tetapi pada lingkungan yang telah terpapar ikan tersebut," kata Dr Saiprasad Girish Lad, konsultan gastroenterologi Wockhardt Hospitals Mumbai Central.
Warga yang mengalami gejala seperti muntah, diare berat, sakit perut, pusing, hingga kesulitan bernapas setelah mengonsumsi ikan diminta untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow