Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tembus 579 Jiwa Tewas dan 1924 Hilang

Smallest Font
Largest Font

Bencana banjir bandang dahsyat yang memicu meluapnya sungai-sungai pegunungan Himalaya di perbatasan Nepal dan Tibet di China pada Rabu (26/8/2026) pagi telah menewaskan sedikitnya 579 orang serta menyebabkan 1.924 jiwa lainnya dinyatakan hilang.

Lonjakan angka korban secara drastis ini dikonfirmasi oleh Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal pada Jumat (28/8/2026). Jumlah warga yang belum ditemukan mencakup 517 warga negara asing serta 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air setempat.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan Kementerian Luar Negeri China mengidentifikasi runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal sebagai pemicu utama gelombang es, batu, dan lumpur yang menerjang wilayah Rasuwa hingga mengalir ke Sungai Bhotekoshi dan Trishuli. Kerusakan parah sepanjang rute penghubung Kathmandu menuju Lhasa melumpuhkan 40 kilometer jalan dan puluhan jembatan.

Kondisi darurat semakin memburuk setelah laporan mengenai jebolnya danau bendungan di perbatasan sisi China memicu potensi banjir susulan ke area hilir. Pemerintah Nepal memperluas operasi pencarian dengan mengerahkan helikopter, alat berat, serta tim pelacak guna menyisir wilayah permukiman yang tertimbun material lumpur.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah turun langsung memantau wilayah terdampak parah dan menegaskan seluruh instansi pemerintah dikerahkan demi memprioritaskan evakuasi warga.

"Semua instansi pemerintah beroperasi dengan kapasitas penuh. Prioritas utama kami saat ini adalah menyelamatkan nyawa setiap warga, melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap korban hilang, merawat para korban luka, dan memberikan bantuan segera kepada keluarga-keluarga yang terdampak," ujar Balendra Shah dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters.

Di tengah upaya pencarian yang terkendala cuaca dan akses jalan, Balendra Shah turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang menghadapi kondisi kritis tersebut.

"Rasa sakit dan kehilangan yang Anda alami sungguh berat. Namun, saya ingin meyakinkan Anda bahwa Anda tidak sendirian menghadapi masa sulit ini-negara hadir mendampingi Anda dengan segala sarana dan sumber dayanya," kata Balendra Shah seperti dikutip dari VN Express.

Ia juga menambahkan penegasan mengenai komitmen penuh penanganan bencana dari pihak otoritas.

"Mohon bersabarlah. Pemerintah bertanggung jawab penuh atas upaya penyelamatan, perawatan, serta penyediaan makanan dan tempat tinggal bagi Anda. Di saat bencana seperti ini, kita semua harus bersatu," ujarnya.

Sementara itu dari pihak tetangga, Perdana Menteri India Narendra Modi mengutarakan belasungkawa mendalam dan menawarkan dukungan armada darurat secara langsung kepada Nepal.

"Rakyat India berdiri dalam solidaritas bersama saudara-saudari di Nepal pada masa sulit ini," kata Narendra Modi.

Narendra Modi menekankan keterlibatan timnya untuk segera menyalurkan bantuan kemanusiaan ke lokasi bencana.

"India siap memberikan segala bantuan kemanusiaan yang dimungkinkan kepada Nepal. Tim kami sedang berkoordinasi erat terkait upaya penyelamatan dan bantuan," ujarnya.

Di sisi lain perbatasan, Pemerintah China mengonfirmasi lima korban tewas dan mencatat 558 orang hilang di area Gyirong, Tibet. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menegaskan bahwa institusi dari kedua negara telah memetakan analisis awal penyebab bencana runtuhnya gletser ini.

"Kami mencatat bahwa para ahli dan lembaga resmi China dan Nepal telah melakukan penilaian awal mengenai penyebab bencana," kata Lin Jian kepada wartawan di Beijing.

Lin Jian menerangkan bahwa proses verifikasi atas ratusan wisatawan asing yang terjebak di wilayah Tibet terus dilakukan secara intensif.

"Bencana tersebut kemungkinan dipicu oleh runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal," kata Lin Jian.

Ia juga memastikan koordinasi dengan pihak diplomatik dari berbagai negara terkait penanganan para korban.

"sedang diverifikasi" dan Beijing "telah memberitahukan kedutaan negara-negara terkait," ujar Lin Jian.

Guna memastikan percepatan evakuasi di wilayah Tibet, Perdana Menteri China Li Qiang mendatangi lokasi bencana secara langsung. Pemerintah China mengerahkan 800 personel darurat, anjing pelacak, serta perahu cepat, sekaligus berkomitmen menyalurkan bantuan internasional untuk Nepal.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed