BEI Bekukan Saham SINI dan GRPH Imbas Lonjakan Harga Kumulatif

Smallest Font
Largest Font

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dan PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Selasa, 8 September 2026. Langkah ini diambil otoritas bursa menyusul peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada kedua saham tersebut.

Keputusan suspensi ini bertujuan memberikan waktu pendinginan bagi para pelaku pasar. BEI mengimbau investor untuk mempertimbangkan keputusan investasi secara matang berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing emiten.

Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, menjelaskan latar belakang kebijakan penghentian sementara tersebut.

"Suspensi dilakukan sehubungan peningkatan harga kumulatif yang signifikan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor," ujar Endra.

Endra menekankan pentingnya bagi para pemodal untuk tetap memantau perkembangan dan pengumuman resmi dari perusahaan tercatat sebelum mengambil tindakan bertransaksi.

"Bursa mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan untuk senantiasa memperhatikan setiap informasi yang disampaikan oleh Perusahaan," kata Endra.

Sebelum keputusan pembekuan diterbitkan, harga saham SINI berada di posisi Rp15.075 per lembar dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp18,13 triliun. Saham yang berada di bawah naungan Happy Hapsoro ini tercatat melonjak 138,34% dalam tiga bulan terakhir, dipicu rencana akuisisi oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik Prajogo Pangestu.

Sementara itu, saham GRPH ditutup pada level Rp132 per saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp132 miliar. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, pergerakan harga saham GRPH tercatat melonjak hingga 106,2%.

Selain kebijakan terhadap SINI dan GRPH, BEI sebelumnya menghentikan perdagangan saham PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) dan PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) sejak 7 September 2026. Kadiv Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menyampaikan imbauan terkait kebijakan tersebut.

"Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," kata Pande Made Kusuma Ari A.

Pada hari yang sama, BEI mencabut suspensi perdagangan atas saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) dan PT Charnic Capital Tbk (NICK). Seiring dinamika tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidasi pada rentang support 6.600 dan resistance 6.700.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed