BEI Kaji Penurunan Batas Minimum Harga Saham Jadi Rp 1

Smallest Font
Largest Font

Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menurunkan batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 per lembar. Kebijakan yang kini masuk tahap uji coba ini diperkirakan bakal memangkas modal pembelian satu lot saham menjadi sekitar Rp 1.000, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Langkah ini diambil untuk menguji kesiapan Anggota Bursa (AB) atau perusahaan sekuritas sebelum regulasi diterapkan secara resmi di pasar modal.

Co-Founder sekaligus CEO Ajaib Group, Anderson Sumarli, menyampaikan pandangannya terkait potensi perubahan harga minimum pasar saham tersebut dalam konferensi pers di kantor PT Ajaib Teknologi Indonesia, Jakarta, Senin (31/8/2026).

"Jadi kalau satu lot saham sekarang paling murah Rp 50 ribu. Tapi Bursa Efek Indonesia sekarang ada kajian untuk menurunkan minimal dari Rp 50 jadi Rp 1. Jadi sebentar lagi akan minimalnya bisa Rp 1.000 rupiah untuk beli saham. Itu luar biasa," kata Anderson Sumarli, Co-Founder sekaligus CEO Ajaib Group.

Anderson menambahkan bahwa penyesuaian regulasi ini dinilai strategis untuk memperkuat mekanisme pembentukan harga serta melindungi para pemodal ritel.

"Saya melihat sangat positif ya, karena semua perubahan-perubahan ini intinya adalah untuk membuat pasar modal kita lebih transparan. Yaitu mungkin dari segi price finding-nya, ataupun dari segi untuk menjaga keamanan dari segi ritel yang ikutan masuk ke dalam pasar modal kita," ujar Anderson Sumarli, Co-Founder sekaligus CEO Ajaib Group.

Pihaknya mencatat Indonesia memiliki peluang besar di tingkat global jika didukung kebijakan industri yang tepat. Ajaib Group sendiri telah berpartisipasi dalam uji coba teknis penyesuaian sistem ini bersama Anggota Bursa pada 22 dan 29 Agustus 2026.

"Kita tuh yang pasti dikasih PR (pekerjaan rumah) terbanyak biasanya kalau ada inovasi-inovasi baru. Kita pasti yang paling rajin. Kita bilang oke baik kita akan ambil, kita akan coba gitu, karena kami selalu ingin perkembangan dari pasar modal Indonesia," kata Anderson Sumarli, Co-Founder sekaligus CEO Ajaib Group.

Di sisi lain, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memberikan pembaruan mengenai keterlibatan perusahaan sekuritas selama proses pengujian teknis berlangsung.

"Secara umum cukup berhasil. Ada sekitar 8 Anggota Bursa yang belum berpartisipasi. Itu akan kami follow up dalam uji coba berikutnya," kata Jeffrey Hendrik, Direktur Utama BEI di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

BEI terus menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna mengumpulkan laporan evaluasi dari para Anggota Bursa. Implementasi penuh atas aturan anyar ini bakal bergantung pada kesiapan seluruh Anggota Bursa yang terdaftar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed