Ben Shelton Tembus Final US Open 2026 Usai Kalahkan Frances Tiafoe
Petenis Amerika Serikat Ben Shelton menembus final Grand Slam pertamanya usai mengalahkan rekan senegaranya Frances Tiafoe dalam empat set di Stadion Arthur Ashe pada Jumat (12/9/2026), untuk memesan tempat di partai puncak US Open 2026 menantang Alexander Zverev.
Shelton yang menempati unggulan kedelapan melepaskan 20 ace untuk mengunci kemenangan 4-6, 6-3, 6-3, 7-5 atas Tiafoe. Keberhasilan ini membuka peluang bagi Shelton untuk menjadi pria AS pertama yang memenangkan gelar Grand Slam sejak Andy Roddick pada 2003.
Kemenangan Shelton dicapai di hadapan deretan bintang dunia yang hadir di tribune, termasuk pebasket New York Knicks Jalen Brunson dan aktor Matthew McConaughey. Pemuda berusia 23 tahun itu mengaku sempat terdistraksi oleh kehadiran para bintang saat laga berlangsung.
"Ini penuh dengan emosi," kata Shelton dalam wawancara di lapangan.
"Ayah saya, ibu saya telah berkorban banyak agar saya bisa berada di posisi ini hari ini. Ayah saya kehilangan ibunya awal tahun ini, dan dialah alasan ayah saya bisa bermain tenis."
Petenis muda itu mempersembahkan hasil manis ini untuk mendiang neneknya.
"Tanpa dia, tidak ada Ben Shelton yang berdiri di sini hari ini. Jadi kemenangan ini untuknya. Dan saya akan membutuhkan energi kalian di hari Minggu.
Saya akan mengupayakannya. Saya akan mengerahkan segalanya di lapangan," ujar Shelton.
Pertandingan semifinal tersebut juga diwarnai suasana peringatan 25 tahun tragedi 11 September yang mengiringi lagu kebangsaan sebelum laga dimulai.
"Ini hari yang sulit untuk berada di luar sini dan bertanding," kata Shelton kepada penonton.
"Pikiran dan doa saya tertuju pada seluruh keluarga yang terdampak oleh 9/11," ujar Shelton.
Kehadiran bintang olahraga ternama di tribune juga menarik perhatian Shelton usai mengamankan tiket final.
"Saya terus melihat ke layar dan berpikir 'oh, astaga—Jalen Brunson ada di sini,'" kata Shelton.
Di partai final, Shelton bakal berhadapan dengan unggulan teratas Alexander Zverev. Petenis asal Jerman itu lolos ke final usai menundukkan wakil Rusia Karen Khachanov dengan skor 6-3, 7-6 (9/7), 7-6 (8/6).
Zverev yang baru saja mengamankan final Grand Slam ketiganya secara beruntun menegaskan ambisinya untuk menggagalkan impian tuan rumah.
"Semoga saya bisa tidak membuat impian Amerika itu terwujud pada hari Minggu," kata Zverev.
Meski menang tiga set langsung atas Khachanov, Zverev mengakui laga semifinalnya berlangsung cukup ketat.
"Kemenangan set langsung, tetapi sama sekali tidak mudah," kata Zverev.
"Dia bermain sangat luar biasa, bertarung dengan sangat luar biasa," ujar Zverev.
Zverev menilai persaingan di set kedua dan ketiga berjalan imbang hingga penentuan poin akhir.
"Set kedua dan ketiga saya pikir sangat jelas bahwa itu bisa saja berbalik ke arah mana pun," kata Zverev.
"Saya hanya bermain sedikit lebih baik di beberapa poin di sana-sini," ujar Zverev.
Di sisi lain, Frances Tiafoe harus merelakan langkahnya terhenti di semifinal. Kendati kecewa, petenis berusia 28 tahun yang kini menempati peringkat keenam dalam Race menuju ATP Finals itu mengalihkan fokusnya untuk lolos ke turnamen penutup musim di Turin.
"Saya ingin menjaga momentum ini. Saya mungkin akan merasa kasihan pada diri sendiri selama beberapa hari, tetapi kemudian saya akan kembali bekerja dan memberikan segalanya untuk menembus Turin," kata Tiafoe saat konferensi pers.
Bagi Tiafoe, bisa tampil di turnamen tersebut merupakan bukti konsistensi performa sepanjang tahun.
"Kualifikasi adalah bukti bahwa Anda telah bermain bagus sepanjang tahun. Itu adalah salah satu target besar saya, dan saya ingin mencapainya," ujar Tiafoe.
Partai final putra antara Ben Shelton dan Alexander Zverev dijadwalkan berlangsung pada Minggu (14/9/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow