Frances Tiafoe Tersingkir di Semifinal US Open 2026
Petenis asal Washington, Frances Tiafoe, harus mengakhiri perjalanannya di US Open 2026 setelah kalah empat set dari rekan senegaranya, Ben Shelton, dalam laga semifinal pada Jumat (12/9/2026) di Arthur Ashe Stadium, New York.
Kekalahan ini menjadi kegagalan ketiga bagi atlet berusia 28 tahun tersebut dalam menembus babak final dari tiga kesempatannya melaju ke semifinal Flushing Meadows dalam lima tahun terakhir.
Meski gagal melangkah ke partai pungkasan, Tiafoe tetap mengapresiasi konsistensi performanya sepanjang musim ini setelah sempat mengalami kendala cedera pergelangan tangan.
"Anda tidak pernah ingin terlalu percaya diri bahwa Anda bisa kembali ke titik ini, tetapi saya merasa sangat yakin bisa kembali ke sini, tentu saja," kata Frances Tiafoe.
Petenis yang disapa Big Foe itu menegaskan kepuasannya terhadap kerja keras yang ditunjukkan saban pekan.
"Saya hanya senang dengan apa yang telah saya lakukan dan bagaimana saya tampil setiap minggu," kata Frances Tiafoe.
Langkah Tiafoe di New York kali ini berakhir dalam kondisi mental yang lebih positif ketimbang kekalahannya pada putaran ketiga tahun lalu.
"Saya sedang melakukan wawancara di sini tahun lalu, dan rasanya sangat, sangat buruk mengenai keberadaan saya saat itu," kata Frances Tiafoe.
Ia pun mengaku tetap bangga atas pencapaiannya sejauh ini meskipun harus menelan kekecewaan.
"Ini berat, kawan. Saya kesal, tetapi di saat yang sama saya sangat bangga pada diri saya sendiri atas apa yang telah saya capai," kata Frances Tiafoe.
Petenis yang menjuarai turnamen lapangan rumput ATP di Halle serta menembus final Cincinnati Masters tahun ini mengakui keunggulan servis lawan.
"Meskipun saya memenangkan banyak pertandingan, masih ada sesuatu yang kurang bagi saya, yaitu persentase servis saya. Saya bekerja terlalu keras pada servis saya, dan dia melakukan servis hingga 82 persen," kata Frances Tiafoe.
Variasi pukulan servis lawan dianggap menjadi pembeda utama yang menyulitkannya sepanjang pertandingan.
"Agak sulit. Terutama pemain kidal, bergerak, spin, kick, slider, pukulan besar. Jelas dia bisa melakukannya saat benar-benar tampil maksimal," kata Frances Tiafoe.
Ia menyoroti perbedaan daya juang yang harus dikeluarkan untuk mengamankan gim servisnya sendiri.
"Bagi saya, saya terus berjuang keras di gim servis saya, dan dia berusaha melakukan break. Saya pikir itulah hal terbesarnya," kata Frances Tiafoe.
Hasil ini menjadi bahan evaluasi bagi Tiafoe untuk kembali meningkatkan kualitas permainannya demi meraih gelar tingkat tinggi.
"Pada akhirnya saya ingin melakukan hal itu, kawan. Saya ingin menjadi juara Grand Slam suatu hari nanti ... kembali saja ke papan tulis dan terus bekerja keras," kata Frances Tiafoe.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow