Ben Shelton Tantang Alexander Zverev di Final US Open 2026

Smallest Font
Largest Font

Petenis muda Amerika Serikat Ben Shelton melangkah ke final Grand Slam pertamanya di US Open 2026 usai menaklukkan kompatriotnya Frances Tiafoe pada Sabtu, 12 September 2026. Hasil di Arthur Ashe Stadium tersebut mengantarkan unggulan kedelapan itu menghadapi Alexander Zverev di partai puncak.

Shelton bangkit dari kekalahan set pertama untuk menyegel kemenangan 4-6, 6-3, 6-3, dan 7-5 atas Tiafoe. Pencapaian ini membuka peluang bagi Shelton untuk mengakhiri dahaga gelar Grand Slam tunggal putra AS selama 23 tahun sejak Andy Roddick menjuarai US Open 2003.

Dalam laga semifinal berdurasi empat set tersebut, Shelton mencatatkan performa impresif dengan melepaskan 74 pukulan winner, 20 servis ace, serta memenangi 77 persen poin dari servis pertamanya.

"Ini adalah turnamen favorit kami, lapangan favorit kami di dunia dan bisa menyalakannya di depan Anda semua adalah perasaan terbaik," ujar Ben Shelton, petenis unggulan kedelapan US Open 2026.

Kemenangan itu menjadi titik balik bagi Shelton yang sempat terpuruk usai tersingkir di babak pertama Wimbledon tahun ini akibat kekalahan dari Otto Virtanen.

"Banteng apa ini———t?" kata Ben Shelton, petenis putra Amerika Serikat.

Shelton mengakui kekalahan menyakitkan di London tersebut justru menjadi evaluasi penting bagi pembenahan mental dan teknik permainannya.

"Saya sedikit terkejut karena, sejujurnya. Ketika saya melihat kembali pertandingan tersebut, saya tidak merasa ada banyak pertandingan putaran pertama Slam lainnya dalam dua tahun terakhir di mana saya bermain jauh lebih baik," kata Ben Shelton, petenis berusia 23 tahun.

Pelatihan intensif usai kepulangan dari London membantu Shelton menyadari celah kekurangannya pada pengembalian servis dan konsistensi reli panjang.

"Saya pikir saya masih memiliki bakat yang masih mentah," kata Ben Shelton, atlet tenis profesional.

Evaluasi diri tersebut membawa dampak signifikan pada performa Shelton sepanjang turnamen di New York, termasuk saat menghentikan langkah Carlos Alcaraz di perempat final.

"Aneh, saya pikir pertandingan itu banyak membantu saya. Saya sekarang berada dalam ruang mental yang lebih baik dengan identitas saya karena kekalahan itu," kata Ben Shelton, finalist US Open 2026.

Guna mengamankan gelar juara di tanah airnya, Shelton harus berhadapan dengan Zverev yang mengantongi keunggulan rekor pertemuan 5-0 atas dirinya.

"Saya akan membutuhkan energi dari Anda semua pada hari Minggu," ujar Ben Shelton, petenis tuan rumah.

Di sisi lain, Zverev melenggang ke final Grand Slam ketiganya secara beruntun usai menundukkan Karen Khachanov. Unggulan teratas asal Jerman itu bertekad menebus kegagalan masa lalu di final US Open 2020 saat kalah dari Dominic Thiem.

"Setelah babak kedua, sekitar pukul 3 pagi, saya duduk bersama tim saya di ruang ganti dan kami tertawa melihat betapa buruknya saya bermain," ujar Alexander Zverev, petenis unggulan utama.

Laga final US Open 2026 antara Shelton dan Zverev dijadwalkan berlangsung pada Minggu di Arthur Ashe Stadium, New York.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed