BKN Puji Penerapan Manajemen Talenta ASN di Maluku Utara
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berhasil meraih apresiasi dari Badan Kepegawaian Negara atas komitmen penerapan sistem merit dan penguatan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara dalam Alignment Forum di Ternate, Rabu (29/7/2026).
Kepala BKN Republik Indonesia, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menyatakan bahwa implementasi tata kelola kepegawaian di daerah tersebut merupakan salah satu yang terbaik berdasarkan penilaian resmi lembaga kepegawaian negara.
"Manajemen talentanya the best. Jadi sangat bagus, kami yang menilai. Kami yang menilai.
Maluku Utara bagus sekali," ujar Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Kepala BKN RI.
Apresiasi tersebut tidak lepas dari kepemimpinan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda serta kinerja Pelaksana Tugas Kepala BKD Zulkifli Bian. Selain tingkat provinsi, sembilan pemerintah kabupaten dan kota di wilayah tersebut juga tercatat telah menerapkan sistem serupa.
"Dan menjadi provinsi pertama di luar Jawa yang seluruhnya manajemen talenta. Ini apresiasi. Bagus sekali, bagus sekali," kata Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Kepala BKN RI.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan potensi ASN sangat krusial dalam membentuk birokrasi yang responsif.
"Kolaborasi yang kuat akan melahirkan birokrasi yang unggul. ASN yang adaptif adalah fondasi menuju pemerintahan yang maju, profesional, dan melayani," kata Dr. Yosar Kardiat, Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Taliabu.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara kini juga berfokus mendorong pemetaan kebutuhan keterampilan teknis pegawai, mulai dari analisis data hingga sektor unggulan perikanan dan pertanian.
"Yang dibutuhkan ASN itu pelatihan yang menghasilkan skill, dan skill tersebut mampu menyelesaikan masalah di lapangan," kata Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara.
Guna memaksimalkan langkah reformasi ini, kerja sama dijalankan bersama Lembaga Administrasi Negara untuk membenahi fungsi BPSDM setempat.
"Kami meminta bantuan LAN untuk mentransformasi BPSDM bukan menjadi badan yang menghasilkan banyaknya diklat, tetapi menjadi lembaga yang meningkatkan kapasitas ASN sehingga memiliki skill yang mampu menyelesaikan persoalan di Maluku Utara," ujar Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara.
Pemprov Maluku Utara juga terus mematangkan penataan posisi jabatan agar kinerja pemerintahan berjalan makin efektif.
"Ketika orang yang tepat berada di tempat yang tepat, pergerakan pemerintahan menjadi lebih cepat, lebih efektif, dan lebih produktif," kata Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara.
Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan potensi seluruh sumber daya manusia yang ada di lingkungan birokrasi.
"Yang kita kurang bukan orangnya, tetapi orang yang tepat di tempat yang tepat," ujar Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara.
Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu turut menyatakan komitmennya untuk menerapkan seluruh hasil rekomendasi forum demi transparansi promosi jabatan.
"Langkah ini ditujukan untuk memastikan setiap pengembangan karier dan kompetensi pegawai berjalan secara transparan, profesional, dan objektif," jelas Dr. Yosar Kardiat, Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Taliabu.
Penerapan digitalisasi dan manajemen yang baik diyakini akan memberikan dampak langsung pada kualitas pelayanan masyarakat.
"Kami berharap peningkatan kualitas manajemen kepegawaian ini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan publik yang diterima masyarakat. ASN yang profesional akan menjadi motor penggerak terwujudnya pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat," tandas Dr. Yosar Kardiat, Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Taliabu.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPSDM Provinsi Maluku Utara Syam Sofyan menjelaskan bahwa pihaknya berkolaborasi menggelar Pelatihan Dasar CPNS untuk menyamakan persepsi antarpegawai.
"kebijakan dan pengembangan kompetensi Kepegawaian dilingkup Sekertariat Daerah Provinsi Maluku Utara, sekaligus menyamakan persepsi dan pemahaman diantara CPNS," ujar Syam Sofyan, Plt. Kepala BPSDM Provinsi Maluku Utara.
Program yang diikuti ratusan CPNS di lingkungan Sekretariat Daerah ini dirancang berlangsung selama lebih dari 600 jam.
"kegiatan ini adalah kolaborasi antara LPSDM Provinsi Maluku Utara, dengan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Maluku Utara, sebagai pertemuan koordinasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kota dan Provinsi," ujar Syam Sofyan, Plt. Kepala BPSDM Provinsi Maluku Utara.
Pelatihan tersebut difokuskan pada pembentukan karakter serta nilai-nilai dasar aparatur sipil negara.
"guna membentuk CPNS yang profesional dan berkarakter, sikap perilaku Bela Negara, nilai-nilai dasar PNS dan peraturan PNS guna mewujudkan Smart Govermance," jelas Syam Sofyan, Plt. Kepala BPSDM Provinsi Maluku Utara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow