BPOM Gelar Pelatihan Pengawasan Obat dan Vaksin Delegasi Ghana

Smallest Font
Largest Font

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menyelenggarakan program peningkatan kapasitas pengawasan obat dan vaksin bagi 14 delegasi Food and Drugs Authority (FDA) Ghana serta Noguchi Memorial Institute for Medical Research pada Senin (31/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Health.

Langkah strategis dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan ini bertujuan memperkuat kapasitas personel sekaligus membuka peluang kemitraan pengembangan vaksin di kawasan Afrika. BPOM menjadikan Ghana sebagai pintu masuk utama untuk memperluas jangkauan kerja sama ke negara-negara Afrika lainnya.

"Ghana ini merupakan pintu gerbang untuk Afrika. Dengan populasi Ghana yang mencapai 36, hampir 40 juta jiwa, ditambah Afrika yang memiliki 1,6 miliar penduduk, potensinya sangat besar," ujar Kepala BPOM RI Prof Taruna Ikrar.

Ekspansi kemitraan yang dijalankan BPOM ini merupakan tindak lanjut komitmen Forum Indonesia-Afrika. Status BPOM yang diakui World Health Organization (WHO) sebagai WHO Listed Authority (WLA) turut memperkuat kepercayaan global terhadap pengawasan obat asal Indonesia.

"Ke depan, kita sedang merancang kerja sama serupa dengan beberapa negara Afrika lainnya, seperti Afrika Selatan, Nigeria dan Ethiopia," ujar Taruna.

Pihak otoritas kesehatan Ghana menyambut baik pelatihan ini guna menyerap pengetahuan dari BPOM yang telah mengantongi status WLA demi mendukung kemandirian produksi vaksin lokal mereka.

"Program pelatihan ini sangat penting bagi kami untuk memastikan bahwa vaksin yang diproduksi secara lokal di Ghana aman, berkhasiat, dan berkualitas baik," ungkap perwakilan FDA Ghana Patrick Owusul Danso.

Selama pelatihan dua pekan, para delegasi Afrika mempelajari berbagai standar internasional dalam pengawasan produk biologi dan obat-obatan.

"Selama 14 hari, delegasi kami akan mendalami pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB/GMP), pengawasan uji klinis, izin edar, pengujian laboratorium, hingga prosedur pelulusan bets (batch release) yang sesuai dengan rekomendasi WHO," jelas Patrick Owusul Danso.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed