BPOM Temukan Pyrimidenafil dalam 3 Produk Obat Bahan Alam di Tangerang
BPOM menemukan senyawa kimia obat baru bernama pyrimidenafil dalam tiga produk obat bahan alam (OBA) yang diklaim dapat meningkatkan stamina pria. Penemuan ini berasal dari hasil pengawasan BPOM pada Juli 2026 di Tangerang.
Ketiga produk tersebut diproduksi oleh PT Bintang Kupu-Kupu, Tangerang. Pyrimidenafil bekerja dengan menghambat enzim fosfodiesterase-5 (PDE5), mekanisme yang serupa dengan obat gangguan ereksi seperti sildenafil, sehingga dapat meningkatkan aliran darah dan fungsi seksual pria.
Sebelumnya, senyawa yang sering ditemukan dalam OBA dengan klaim stamina pria adalah sildenafil dan tadalafil. Temuan pyrimidenafil menunjukkan perkembangan modus penambahan bahan kimia obat yang berbeda secara kimiawi namun memiliki efek farmakologis serupa.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa temuan ini menjadi perhatian serius karena merupakan jenis bahan kimia obat pertama kali teridentifikasi dalam pengawasan OBA di Indonesia.
"Temuan pyrimidenafil menjadi perhatian serius BPOM karena merupakan jenis BKO yang baru pertama kali kami identifikasi dalam pengawasan obat bahan alam di Indonesia. Penggunaan senyawa yang berbeda dari BKO yang selama ini umum ditemukan diduga merupakan salah satu modus operandi pelaku yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui pengawasan dan pengujian produk," ujar Taruna Ikrar.
BPOM terus mengembangkan metode analisis dan kemampuan laboratorium untuk mengidentifikasi tidak hanya BKO umum, tetapi juga senyawa baru, analog, dan turunannya yang mungkin ditambahkan secara ilegal ke dalam OBA.
Selain pyrimidenafil, pengawasan BPOM pada Juli 2026 juga menemukan 35 produk OBA tanpa izin edar yang mengandung berbagai bahan kimia obat seperti sildenafil, sibutramin, deksametason, dan parasetamol. Penambahan BKO secara ilegal pada OBA masih terjadi dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius bagi konsumen.
BPOM telah membatalkan izin edar untuk tiga produk yang terbukti mengandung pyrimidenafil dan menindaklanjuti 35 produk lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.
Pengawasan BPOM dilakukan secara menyeluruh terhadap produk yang beredar di pasar fisik maupun daring untuk mengantisipasi penggunaan pyrimidenafil dan senyawa BKO baru lainnya.
Informasi ini disampaikan berdasarkan laporan resmi BPOM dan dilansir dari Detik Health.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow