BPOM dan URI Gagas Pendirian Sekolah Vokasi Pengawasan Obat

Smallest Font
Largest Font

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bersama Universitas Republik Indonesia (URI) merancang pembentukan Sekolah Vokasi BPOM guna mencetak tenaga ahli di bidang pengawasan obat dan makanan, Jumat (21/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Langkah strategis ini diambil guna merespons dinamika tantangan industri farmasi serta maraknya tindak kejahatan yang berkaitan dengan produk obat dan pangan di Indonesia.

"Kebutuhan tersebut semakin penting mengingat kompleksitas tantangan pengawasan yang terus berkembang seiring kemajuan ilmu farmasi, teknologi, serta ancaman kejahatan di bidang obat dan makanan," tutur Kepala BPOM, Taruna Ikrar.

Melalui institusi pendidikan ini, peserta didik diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki standar kompetensi ilmiah, pemahaman regulasi, keterampilan praktis, dan komitmen pada nilai pelayanan publik.

"Tidak hanya ditentukan oleh aspek pertahanan militer, tetapi juga kemampuan negara dalam menjamin kesehatan, keamanan pangan, ketersediaan obat, penguasaan teknologi, dan kualitas SDM," paparnya.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor ini diarahkan untuk menopang ketahanan nasional melalui sistem pengawasan ketat. Lembaga pendidikan terapan tersebut disiapkan sebagai pilar utama infrastruktur kesehatan nasional.

"Semakin cerdas teknologi yang kita gunakan, semakin tinggi kualitas manusia dan kepemimpinan yang harus kita bangun," tegas Taruna.

Di samping gagasan sekolah terapan, kolaborasi BPOM dan URI juga menjajaki integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk kurikulum pelatihan, riset tata kelola, hingga pembentukan pusat studi etika dan audit teknologi.

"Kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah atau Academia-Business-Government (ABG) menjadi salah satu pendekatan yang didorong untuk membangun ekosistem human-centered AI leadership. Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan teknologi diharapkan tetap menempatkan manusia dan kualitas kepemimpinan sebagai aspek utama," jelas Taruna lagi.

Pemanfaatan AI juga diproyeksikan untuk pengembangan laboratorium simulasi pengambilan keputusan (simulated decision lab) sebagai sarana uji coba formulasi kebijakan pengawasan obat dan makanan secara terukur.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed