Bupati Badung Alokasikan 59 Persen Anggaran untuk Infrastruktur Pariwisata

Smallest Font
Largest Font

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengalokasikan 59,23% anggaran belanja daerah untuk pembenahan infrastruktur pariwisata sebagai respons terhadap keluhan wisatawan dan kebutuhan perbaikan fasilitas publik di wilayahnya, dilansir dari Detik Travel.

Proyeksi pendapatan daerah dalam perubahan anggaran naik 1,65% menjadi Rp 10,504 triliun, meskipun pendapatan transfer turun 1,84% menjadi Rp 787,981 miliar. Peningkatan ini terutama didorong oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang naik menjadi Rp 9,731 triliun.

Penataan kawasan wisata Kuta menjadi fokus utama, termasuk penataan pedestrian dan penurunan kabel utilitas untuk membangun citra pariwisata dan menghidupkan kembali ikon Badung tersebut.

"Biaya yang kami lontarkan untuk infrastruktur sekitar 59,23% dari total belanja. Angka ini menunjukkan perubahan signifikan untuk menjawab pertanyaan dan keluhan para wisatawan," ujar I Wayan Adi Arnawa, Bupati Badung.

Adi Arnawa menegaskan keberhasilan pembenahan kawasan pariwisata tidak hanya bergantung pada anggaran daerah, tetapi juga pada partisipasi masyarakat dan desa adat dalam menjaga dan mengawal proses pembenahan lingkungan.

"Semua ini tidak akan cukup hanya dengan porsi anggaran dan komitmen kami tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan. Jika sinergitas berbasis kolaborasi dengan masyarakat Kuta dan desa adat sudah berjalan, saya optimis pembenahan ini tercapai," kata Adi Arnawa.

Selain penataan kawasan pariwisata, anggaran infrastruktur juga digunakan untuk pembangunan jalan penunjang di seluruh wilayah Badung, guna memperlancar aksesibilitas dan pemerataan ekonomi antarwilayah.

"Kami berharap penataan jaringan jalan dilakukan bertahap untuk mendukung konektivitas antarwilayah. Pendapatan asli daerah juga diproyeksikan naik dari Rp 9,5 triliun menjadi Rp 9,7 triliun lebih," ujar Adi Arnawa.

Bupati juga mengingatkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat realisasi anggaran fisik yang masih rendah pada semester pertama tahun ini agar tidak terhambat oleh musim hujan.

"Realisasi fisik yang baru 30% di semester pertama ini harus segera disikapi dan digenjot. Memasuki musim hujan nanti tentu bisa menjadi kendala capaian fisik di lapangan," tutur Adi Arnawa.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed