Bus Transjakarta Tabrak Bus Lain di Gatot Subroto, Sopir Diduga Mengantuk

Smallest Font
Largest Font

Dua unit bus Transjakarta di Koridor 9 rute Pinang Ranti-Pluit bertabrakan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Kamis pagi, 3 September 2026. Kecelakaan ini diduga terjadi karena sopir salah satu bus mengantuk saat mengemudi.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menyatakan bahwa tidak ada korban luka atau jiwa dalam kejadian yang terjadi sekitar pukul 08.18 WIB tersebut. Para penumpang telah dievakuasi dengan aman ke Halte Tegal Parang.

Ayu Wardhani mengatakan, "Fokus utama kami adalah keselamatan dan keamanan pelanggan dan petugas. Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini, dan para pelanggan telah dievakuasi dengan aman ke Halte Tegal Parang."

Menurut keterangan Dadan Sutaprana, Kadepo Pool Cijantung operator Mayasari Bakti (MYS), sopir bus yang menabrak bus di depannya bernama Salamudin dan memang dalam kondisi mengantuk saat mengemudi.

Dadan menjelaskan, "Jadi pramudi tersebut memang betul mengantuk, itu yang utamanya."

Dia menambahkan bahwa sopir tersebut mengantuk karena kurang tidur setelah bergadang di rumah duka menyusul meninggalnya anggota keluarganya, yang diduga adalah budenya.

"Kemudian, dia mengantuk itu karena ada budenya atau apanya yang meninggal, jadi dia mungkin nungguin di rumah duka sampai kurang tidur. Budenya (yang meninggal) kalau enggak salah," ujar Dadan.

Dadan juga menyayangkan sopir tidak jujur mengungkapkan kondisi mengantuknya sehingga tetap memaksakan diri mengemudi tanpa pengganti yang tersedia.

"Padahal, kalau dia jujur bilang ke saya atau dia sebut bahwa dia enggak kuat bawa unit, enggak kuat untuk operasi, jangan memaksakan. Kan ada sopir pengganti, pramudi pengganti," kata Dadan.

Dia menegaskan bahwa sopir hanya menginformasikan lewat pesan WhatsApp tentang adanya anggota keluarga yang meninggal, tanpa menyebut kondisi kelelahan atau mengantuk.

Dadan menambahkan, "Kalau dia jujur 'kurang tidur', saya ngantuk, belum sempat istirahat full', saya juga enggak maksain dia kerja, gitu loh."

Sementara itu, Transjakarta masih melakukan investigasi terkait kecelakaan ini serta penyelidikan atas dugaan sopir mengantuk yang sedang berduka akibat kematian keluarga.

Video kecelakaan yang memperlihatkan kerusakan pada kaca depan salah satu bus, yang pecah akibat benturan, sempat viral di media sosial. Namun, Transjakarta memastikan fakta tersebut masih dalam proses verifikasi.

Dadan menyebutkan kerusakan bus yang menabrak terutama pada kaca depan yang retak, sedangkan bus yang ditabrak hanya mengalami goresan pada bagian belakang.

"Kaca depannya retak lah. Yang nabrak. Kalau yang ditabrak sih pantatnya ya, ada baret-baret gitu. Kalau kerusakan mah enggak terlalu parah," ujar Dadan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed