Senator Chris Murphy Sebut Donald Trump Kalah Perang Lawan Iran
Senator AS Chris Murphy menyatakan bahwa Presiden Donald Trump telah kalah dalam perang melawan Iran dan mendesak Washington untuk segera mengakhiri konflik di Selat Hormuz pada Minggu (9/8/2026). Kesulitan dalam mengamankan jalur pelayaran vital tersebut dinilai kian memperlemah posisi Amerika Serikat di tingkat global.
Murphy menilai operasi militer dan strategi diplomasi yang dijalankan pemerintah saat ini gagal mencapai sasaran utama. Hal ini berdampak langsung pada lonjakan harga energi dan beban ekonomi masyarakat Amerika.
"Jadi Donald Trump telah kalah dalam perang ini. Amerika menjadi lebih lemah. Iran menjadi lebih kuat," kata Chris Murphy, Senator AS dari Partai Demokrat.
Menurut Murphy, skema perundingan yang beredar saat ini membebankan biaya finansial yang sangat besar bagi pihak Amerika Serikat hanya demi memulihkan arus lalu lintas kapal tanker.
"Biaya untuk membuka kembali Selat meningkat setiap hari. Kesepakatan yang ada di atas meja saat ini akan membayar Iran $100 juta, maaf, $100 miliar per tahun, untuk membuka kembali Selat. Itu adalah sepertiga dari seluruh perekonomian Iran," kata Chris Murphy, Senator AS dari Partai Demokrat.
Mengingat tekanan ekonomi yang terus merugikan konsumen domestik akibat kenaikan harga bahan bakar dan barang pokok, Murphy menyatakan kesiapannya untuk mendukung kompromi pahit.
"Saya akan mendukung kesepakatan untuk mengakhiri perang ini dan membuka kembali Selat. Saya siap mendukung kesepakatan yang buruk, untuk mengakhiri perang ini dan membuka kembali Selat, karena satu-satunya kesepakatan yang tersedia, pada saat ini, adalah kesepakatan yang sangat buruk. Namun perang harus diakhiri karena setiap hari perang berlanjut, Amerika menjadi lebih lemah, Iran menjadi lebih kuat, dan orang-orang di sini di Amerika Serikat dirugikan, seiring harga yang terus naik, dan naik, dan naik," kata Chris Murphy, Senator AS dari Partai Demokrat.
Selain kerugian ekonomi, pertikaian berkepanjangan ini dilaporkan telah menguras cadangan amunisi strategis milik militer Amerika Serikat.
"Kami telah menggunakan hampir seluruh pencegat kami, sebagian besar Tomahawk kami," kata Chris Murphy, Senator AS dari Partai Demokrat.
Penurunan persediaan senjata pertahanan tersebut dinilai memperbesar risiko keamanan nasional dan menguntungkan rival geopolitik AS.
"Kami telah menempatkan Amerika Serikat dalam posisi yang berbahaya. Kami telah membiarkan Rusia dan Tiongkok membayangkan hal-hal yang tidak dapat mereka bayangkan sebelumnya karena ketidakmampuan kami untuk membela diri kami sendiri dan sekutu kami," kata Chris Murphy, Senator AS dari Partai Demokrat.
Sementara itu, Presiden Donald Trump tetap meyakini bahwa langkah blokade laut dan sanksi ekonomi akan melumpuhkan Teheran secara perlahan.
"Kami hanya menyaksikan Iran dengan inflasi yang besar dan kenyataan bahwa mereka tidak memiliki uang," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa Trump secara tertutup mulai mempertimbangkan untuk mengesampingkan tuntutan pemusnahan material nuklir Iran demi mengamankan kesepakatan pembukaan Selat Hormuz. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak negosiasi langsung dan menegaskan bahwa Selat Hormuz baru akan dibuka penuh setelah AS menghentikan blokade serta mencabut sanksi ekonomi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow