Como Hancurkan RB Leipzig 4-1 Pada Laga Perdana Liga Champions
Klub Italia Como 1907 berhasil mengalahkan RB Leipzig dengan skor telak 4-1 pada laga perdana Liga Champions di Stadio Sinigaglia, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB, seperti dilansir dari Bola. Empat gol kemenangan dicetak oleh Martin Baturina, Tasos Douvikas, Assane Diao, dan Maxi Perrone.
Hasil tersebut memperpanjang rekor positif Como yang mencatatkan tiga kemenangan beruntun setelah sebelumnya menaklukkan Napoli dan Genoa. Meskipun mengukir rekor bersejarah, pelatih Cesc Fabregas meminta para pemainnya untuk langsung mengalihkan fokus ke pertandingan Serie A melawan Parma pada hari Senin.
Fabregas menegaskan pentingnya menjaga energi dan mentalitas bertanding saat menjalani jadwal kompetisi yang padat.
"Saya bahagia, tetapi itu hanya akan bertahan selama lima menit, karena kemudian kami harus mempersiapkan diri menghadapi Parma pada Senin dan membutuhkan energi yang sama seperti malam ini," ujar Fabregas.
Ia menyampaikan bahwa partisipasi di Liga Champions merupakan hasil dari kerja keras tim pada musim lalu, namun kompetisi domestik tetap menjadi prioritas utama.
"Saya memahami ini malam bersejarah bagi kota dan klub. Ini adalah hadiah yang pantas kami dapatkan atas kerja luar biasa yang kami lakukan musim lalu. Namun, Serie A tetap menjadi target terpenting," lanjut Fabregas.
Perubahan fokus ini dinilai penting karena Como dituntut untuk terus beradaptasi dengan ritme jadwal pertandingan yang rapat di tingkat internasional.
"Kami adalah tim muda, kami mendapatkan dorongan energi dari Liga Champions, tetapi saya akan sangat marah jika kemudian kami tidak memberikan segalanya di Serie A," tutur Fabregas.
Fabregas menekankan pentingnya konsistensi bagi seluruh anggota skuadnya dalam mengarungi musim kompetisi yang panjang.
"Kami harus rendah hati dan mampu tampil setiap tiga hari. Ini akan menjadi musim yang sangat sulit dan kami harus mempertahankan mentalitas yang tepat," kata Fabregas.
Mengenai penampilan individu, Martin Baturina menjadi salah satu pemain kunci dengan sumbangan satu gol dan satu assist. Fabregas memberikan pandangannya terkait instruksi ketat yang ia berikan dari pinggir lapangan kepada pemain asal Kroasia tersebut.
"Saya percaya kepada Martin dan mencoba memberinya kebebasan untuk menemukan ruang yang tepat dengan menggunakan talentanya," ujar Fabregas.
Ia menjelaskan bahwa dorongan tersebut diberikan untuk memaksimalkan potensi para pemain yang memiliki bakat besar.
"Setiap kali saya berteriak dari pinggir lapangan kepada pemain mana pun, itu selalu karena mereka memiliki talenta dan saya hanya perlu memberi mereka dorongan energi tambahan," ucap Fabregas.
Dari sisi taktis, Como melakukan penyesuaian strategi saat Leipzig mengubah formasi di tengah pertandingan setelah tertinggal tiga gol. Tim tamu mengubah sistem menjadi tiga plus satu untuk meningkatkan tekanan fisik dan serangan dari sisi sayap.
Fabregas memutuskan untuk menerapkan gaya bermain yang lebih terkontrol guna menjaga keunggulan timnya.
"Kami sedikit lelah dan karena itu saya memilih untuk lebih mengontrol situasi," jelas Fabregas.
Meskipun lawan sempat memperkecil kedudukan menjadi 3-1, Como berhasil mengunci kemenangan lewat gol penutup dari Maxi Perrone.
"Biasanya saya akan mendorong untuk mencetak gol keempat, tetapi ini level Liga Champions. Mereka mencetak gol menjadi 3-1 dan pertandingan belum berakhir," kata Fabregas.
Proses adaptasi taktik dan integrasi pemain baru seperti Kaiki serta Moise Kean di lini pertahanan masih terus berjalan dalam skuad Como saat ini.
"Saya pikir kami masih dalam proses karena memiliki begitu banyak pemain baru. Kami masih sedikit kebingungan dalam beberapa pergerakan," ungkap Fabregas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow