Dokter Mayapada Hospital Peringatkan Bahaya Speech Delay Anak
Gejala keterlambatan bicara atau speech delay pada balita sering kali terabaikan karena pihak keluarga cenderung menganggap kondisi tersebut akan membaik dengan sendirinya. Fenomena ini mendapat perhatian dari kalangan medis karena deteksi awal sangat menentukan intervensi tumbuh kembang anak, dilansir dari Detik Health.
Perkembangan kemampuan berbahasa balita umumnya memiliki tahapan tertentu. Pada rentang usia 13 hingga 18 bulan, anak idealnya sudah mulai mengujarkan kata-kata sederhana dan mampu memahami instruksi dasar dari orang di sekitarnya.
Ketika memasuki usia 19 sampai 24 bulan, penguasaan kosakata anak bertambah hingga mampu menggabungkan dua kata. Perkembangan normal ini mencakup pemahaman bahasa sekaligus penggunaan kata yang pas dengan konteks harian.
Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Herlina, Sp.A, menerangkan bahwa penilaian kemampuan bicara anak tidak sekadar diukur dari kuantitas kata yang diucapkan.
"Speech delay perlu dievaluasi untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan stimulasi atau intervensi yang sesuai. Semakin dini dikenali, semakin tepat dukungan yang dapat diberikan," jelas dr. Herlina dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).
Faktor pemicu keterlambatan bicara cukup beragam, mulai dari masalah pendengaran hingga gangguan komunikasi. Kewaspadaan harus ditingkatkan jika kondisi ini disertai ketidakmauan anak merespons panggilan atau minimnya minat berinteraksi.
Konsultan Tumbuh Kembang Anak dari Mayapada Hospital Bandung, Dr. dr. Rodman Tarigan Girsang, Sp.A(K), M.Kes, turut menyoroti pentingnya mencermati gejala penyerta pada anak.
"Orang tua perlu memperhatikan bila speech delay disertai tanda lain, seperti anak tidak merespons ketika dipanggil, kesulitan memahami instruksi sederhana, atau kurang menunjukkan minat untuk berinteraksi. Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya keterlambatan pada aspek perkembangan lain sehingga perlu dievaluasi untuk menentukan stimulasi maupun intervensi yang sesuai," kata Rodman.
Ia menambahkan, penanganan speech delay mesti disesuaikan dengan penyebab dan aspek perkembangan yang terdampak pada masing-masing anak. Evaluasi tumbuh kembang secara menyeluruh diperlukan untuk memetakan kebutuhan anak, mulai dari stimulasi kemampuan bahasa dan komunikasi hingga terapi lanjutan bila memang dibutuhkan.
Guna menunjang kebutuhan evaluasi tersebut, fasilitas Pediatric Center di Mayapada Hospital didukung oleh jajaran dokter spesialis dan subspesialis untuk menangani masalah kesehatan serta neurobehavior anak.
Fasilitas di Mayapada Hospital Bandung diperkuat 11 dokter spesialis dan subspesialis anak yang terintegrasi dengan Pediatric Ward dalam satu lantai. Unit gawat darurat Pediatric Emergency 24 jam di lokasi ini juga dilengkapi alat vein finder untuk memudahkan penanganan medis.
Penanganan tumbuh kembang disiapkan melalui Klinik Tumbuh Kembang & Neurobehavior. Layanan mencakup Terapi Wicara, Terapi Okupasi, Terapi Sensori Integrasi, Fisioterapi Anak, Psikotes, Tes Minat & Bakat, Tes Kesiapan Sekolah, hingga konseling pola asuh.
Sementara itu, Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan Pediatric Emergency 24 jam yang disiagakan oleh dokter spesialis anak di lokasi untuk menangani kondisi kegawatdaruratan secara cepat.
Akses informasi layanan dapat dijangkau melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency Call 150990, atau aplikasi MyCare yang dilengkapi pemantau kesehatan personal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow